Kongres PSSI
Arifin Panigoro Harus Bubarkan LPI
JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - FIFA masih menganggap penggagas Liga Primer Indonesia tersebut sebagai orang yang bisa merusak sepakbola.
Pengamat sepakbola, Budiarto Shambazy menilai, jalan berliku Arifin Panigoro untuk dapat duduk di kepengurusan PSSI, nampaknya masih akan terus berlanjut. Usahanya merubah paradigma sepakbola tanah air lewat kepemimpinannya di keorganisasian PSSI masih membutuhkan kerja keras lagi cerdas.
Sosok Arifin Panigoro sendiri dinilai FIFA bermasalah lantaran mendengar informasi dari Komite Banding pimpinan Tjipta Lesmana beberapa waktu lalu, yang menggugurkan Arifin Panigoro lantaran membentuk liga yang saat itu dianggap liar dan tak dikenal, LPI.
FIFA melihat, predikat sebagai pembuat liga tak dikenal tersebut kini masih menempel erat pada sosok Arifin Panigoro. Karenanya, menurut Budiarto Shambazy, sangat disayangkan jika kredibilitas seorang Arifin Panigoro yang telah terbukti berkeringat untuk sepakbola nasional harus terganjal persoalan LPI yang meskipun kini telah diakui Komite Normalisasi sebagai cerminan PSSI.
"Saya kira kita harus fair. Jika memang seorang Arifin Panigoro dipersulit dengan persoalan LPI ini, kenapa tidak dibubarkan saja. Jangan hanya karena LPI, figur Arifin yang telah berkeringat untuk sepakbola nasional harus seperti ini," ujar Budiarto Shambazy.