Negara Islam Indonesia
Sumbangan Partai Berkuasa ke Al Zaytun Picu Pembiaran NII
JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Intelektual muda NU Zuhairi Misrawi menduga, pembiaran terhadap NII, lantaran kesungkanan pemerintah.
"Pemerintah memang terkesan melakukan pembiaran. Apalagi, partai berkuasa memberikan sumbangan ke Al-Zaytun," kata Direktur Moderat Moslem Society Zuhairi saat berdialog di gedung DPD, Rabu (4/5/2011).
Menurutnya, gerakan NII KW9 bisa berlangsung lama karena nilai-nilai Pancasila sudah terpinggirkan. Bahkan, Pancasila seakan terabaikan dalam ruang pendidikan.
"Sekolah-sekolah negeri seakan menelantarkan nilai-nilai pancasila. Harusnya, membumikan Pancasila dengan benar. Pancasila harus diterjemahkan secara politik dengan baik," ucapnya.
Zuhairi menambahkan, organisasi bawah tanah NII masih sangat membahayakan. Apalagi, saat ini banyak petinggi NII yang memberanikan diri muncul dihadapan publik. Hal ini menunjukkan pemerintah lemah terhadap NII.
"Pemerintah saat ini yang lemah, sehingga membuat keberadaan NII makin membahayakan. Seharusnya, pemerintah tak hanya bisa menyatakan prihatin, tapi perlu melakukan tindakan kongkrit. Pembiaran NII sama saja dengan melanggar atau tidak melaksanakan amanat konstitusi," paparnya seraya mengkhawatirkan, Indonesia akan mengalami krisis ideologi.
"Kalau negara ini sudah mengalami krisis ideologi, ini juga menjadi masalah umat Islam. Dan pemerintah memang makin diragukan untuk mau berantas NII," imbuhnya.