Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Seafood Nikmat ala Tungkal di Jambi

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Hidangan seafood boleh dibilang merupakan pesona kuliner yang dipunyai Kuala Tungkal.

Tayang:
Penulis: kelik | Editor: Nani Rachmaini
JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Hidangan seafood boleh dibilang merupakan pesona kuliner yang dipunyai Kuala Tungkal. Rumah makan yang menawarkan hidangan laut bercitara nikmat mudah ditemukan di ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) ini. Maklumlah kota yang kerap disebut dalam versi namanya singkatnya ini, Tungkal, berada di kawasan pesisir. Dengan demikian, pasokan ikan dan sumber makanan laut lainnya berlimpah. 

Namun, bagi mereka yang bermukim di Kota Jambi dan ingin merasakan nikmatnya seafood ala Tungkal tak harus selalu pergi ke kota di muara Sungai Pengabuan itu. Cukup mendatangi daerah Jelutung, maka seafood penggoyang lidah ala Tungkal bakal bisa di dapat. "Kedutaan" hidangan laut khas Tungkal tersebut tepatnya beralamat di Jalan Hayam Wuruk 34-35, Jelutung. Lokasinya bersebelahan dan cuma terpisah tiga ruko dengan kantor Harian Tribun Jambi. 

15 Jenis
Wapo Ikan Bakar Kuala Tungkal merupakan nama rumah makan tersebut. Pemiliknya sendiri, Adhytia Wira Sanjaya yang biasa dipanggil Aseng, memang orang asli Kuala Tungkal, cuma sekarang memang bermukim di Jambi. Tribun berkesempatan mengajak berbincang Aseng mengenai rumah makannya pada Jumat (29/4) malam. 

"Di sini menyediakan 15 jenis ikan, 70 persen ikan laut, 30 persen ikan air tawar,  tapi yang pilihan macam belido dan patin sungai," kata Aseng malam itu seraya menunjukkan daftar menu yang memuat nama-nama ikan yang disediakan rumah makannya.

"Tapi belum semua masuk di sini sebenarnya. Baronang contohnya tersedia, tapi belum tercatat di menu," imbuhnya sesaat kemudian. 

Daftar ikan di Wapo Ikan Bakar Tungkal sendiri memuat antara lain bawal putih, bawal hitam, kakap, kerapu, senangin, gurame, nila, gabus/toman, sembilang, senonggang,  pari, patin sungai, baung sungai, serta belido. Di samping itu, masih ada juga aneka hidangan laut lainnya seperti kerang, udang, cumi, dan tak ketinggalan adalah kepiting. Semuanya ini kebanyakan didatangkan dari daerah Tungkal, namun untuk ikan-ikan dari daerah karang seperti kerapu dan baronang didatangkan dari Batam serta Padang. Pilihan penyajiannya sangat pula bervariasi mulai dari bakar, goreng, asam manis, pedas, cah, tausi, tim, lada hitam hingga sup. Banderol harganya kebanyakan menurut bobot ikan, yakni berkisar Rp 9.000 per ons sampai dengan Rp 18.000 per ons.  

Seram Enak
Soal menu andalan rumah makannya, Aseng awalnya secara singkat menyebut menu kepala ikan bakar serta menu kepala ikan pindang. Namun, ia lantas segera lagi menyambung ceritanya bahwa pengunjung rumah makannya banyak yang memfavoritkan olahan ikan kerupu serta kue. 

Selain itu, ia lantas merincikan cerita mengenai ikan senonggang. Katanya, ikan yang dipasok dari Tungkal ini tergolong sukar didapatkan. Karena itu, stoknya pun tak seberapa banyak. Imbuhnya lagi, senonggang menjadi favorit bagi khususnya warga keturunan Tionghoa. Mereka yang merantau jauh pun kala mudik ke Jambi biasanya mencari ikan yang bentuknya sepintas menyeramkan ini, yakni bermulut yang seakan membentuk rahang keras dan bibir tebal.

"Matanya memang seram, mukanya pun begitu kuning, tapi rasanya sangat enak. Cocok dimasak tim, cocok dimasak asam pedas, cocok juga dipindang," kata Aseng. Ia sempat pula menyuruh seorang dari 10 anak buahnya mengambalikan seekor ikan senonggang. Rupa si ikan memang cukup seram, secara umum sama seperti penggambaran yang diberikan Aseng.

Sayuran dan Minuman
Menu di Wapo Ikan Bakar Tungkal tak sebatas seafood. Di sini, pengunjung bisa juga menemukan menu olahan sayuran secara chinese food yakni semacam kaylan cah, sapo tahu,  taoge cah ikan asin, hingga fu yung hai dan kwitiaw goreng maupun siram. Semuanya ini diolah secara halal. Banderol untuk menu-menu tadi berkisar mulai dari Rp 17 ribu sampai dengan 45 ribu per porsinya.

Soal minuman, Wapo Ikan Bakar Tungkal antara lain menyediakan 17 pilihan jus dari mulai orange sampai dengan pir dan anggur. Selain jus ada lagi lemon tea, es campur, serta aneka minuman botol dan kaleng.  Yah, sebab makan yang benar-benar nikmat tentu membutuhkan teman minuman yang menyegarkan kerongkongan. (yoseph kelik)


Si Warung Pojok

"IDE mendirikan ini sebenarnya malah setelah melihat usaha kawan di Bali sana, daerah Sanur. Saya lihat usaha ikan bakarnya ramai," kata Aseng mengenai pendirian Wapo Ikan Bakar Tungkal di Jambi sekitar setengah tahun silam. Aseng sendiri pada sekitar 2005 sebenarnya sempat pula berniaga kuliner, membuka pujasera di daerah Jalan Gatot Subroto, Jambi. Sayangnya, usaha itu lantas ia tinggalkan karena adanya kesibukan di bidang lain.

Sambung Aseng mengenai usaha rumah makannya, nama depan wapo yang disematkannya diadopsinya pula dari nama usaha kuliner sang kawan di Bali. Rupanya, wapo merupakan sebuah akronim dari dua kata "Warung Pojok." Kebetulan akronim Wapo dilihatnya belum dipakai oleh rumah makan lain di Kota Jambi. 

"Ya wapo ini bisa jadi warung pojok, bisa juga warung politik," ucap Aseng sedikit berkelakar. Kini, rumah makan yang beroperasi setiap hari mulai pukul 10.30 pagi sampai dengan 23.00 ini memang menjadi jujugan dan tempat ngobrol para kolega Aseng, termasuk mereka yang bergiat di kancah perpolitikan Jambi. Eh, tapi tak sedikit pula pesohor nasional pernah mampir dan menikmati lezatnya olahan seafood dan sayuran di Wapo Ikan Bakar Tungkal. Beberapa di antaranya adalah presenter dan aktris Tessa Kaunang, psikolog Tika Bisono, serta pebalap mobil Rio Haryanto (yoseph kelik)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved