Kongres PSSI
Saya Membawa Perubahan dan Terobosan
JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Erwin Aksa, salah satu calon ketua umum PSSI
Menurut Erwin Aksa, apa saja kekurangan itu dan bagaimana mengatasinya? Berikut hasil wawancara Kompas.com di kantornya di Wisma Karya, Kuningan, Rabu (27/4/2011).
Apa solusi Anda menyelesaikan masalah kerusuhan di dalam sepak bola dan pengaturan skor?
"Kita
ingin sepak bola Indonesia menjadi sebuah industri yang bisa menghidupi
klub-klub profesional. Yang kedua adalah bagaimana sepak bola di Tanah
Air bisa menciptakan pemain-pemain unggulan. Berikutnya, sepak bola
harus jadi alat perekat. Jangan sepak bola menjadi alat kebencian yang
terjadi seperti sekarang ini. Adanya kerusuhan, tawuran, dan sebagainya
yang terjadi di lapangan."
"Oleh karena itu, harus
diperbaiki, terutama wasit. Kualitas wasit harus diperbaiki, kemampuan
wasit, kedisiplinan, kemampuan, pengetahuan wasit, dan yang paling
penting kesejahteraan wasit harus kita perhatikan. Semuanya akan kita
lakukan dan kita buat bagaimana sepak bola punya brand kuat yang laku
dijual kepada sponsor."
"Itulah sasarannya ke depan.
Tentu saja prestasi harus didapatkan. Soalnya, prestasi ini merupakan
ujung akhir dari bagaimana kompetisi dan pembinaan yang sudah kita
lakukan."
Target membereskan masalah ini?
"Dalam
kompetisi yang akan datang, kita harus segera mendapatkan kualitas
wasit yang bisa memimpin pertandingan dengan baik. Kemudian, dalam waktu
dua atau tiga tahun ke depan, sepak bola harus mandiri dan tidak
bergantung pada APBD."
"Pastinya, kita harus memperkuat marketing PSSI dan PT Liga Indonesia atau organisasi yang mengelola kompetisi kita. Tujuannya adalah mengejar potensi-potensi sponsor dan orang-orang yang mau berpromosi di sepak bola kita."
"Kemudian, menciptakan kemasan yang baik untuk pertandingan di televisi
kita. Baru kemudian, meningkatkan sepak bola kita dengan menyeleksi
potensi-potensi pemain sepak bola kita yang memiliki skill di liga
profesional. Semua ini yang akan kita perbaiki dalam waktu tidak lama
ini. Efisiensi harus kita lakukan kalau berbicara klub profesional.
Klub-klub amatir yang dalam kategori pembinaan harus dihidupkan oleh
pengprov."
"Kita harus mendorong pengda-pengda PSSI
aktif. Jangan ada yang tidak aktif dalam membangun sepak bola. Masih ada
lapangan-lapangan yang tidak terurus. Bagaimana keterlibatan pemerintah
daerah, wali kota, bupati, dan gubernur dalam membangun sepak bola ini.
Tanggung jawab harus terwujud dengan adanya sekolah-sekolah sepak bola
yang bermunculan, lapangan yang terurus, dan stadion-stadion baru yang
dibangun."
"Pastinya, tim nasional tetap dikelola Badan
Tim Nasional. Kita akan memberikan yang terbaik, seperti pelatihnya
yang terbaik, fasilitas terbaik, insentifnya yang terbaik. Kita juga
harus mendapatkan manajemen tim nasional yang kuat. Tentunya, kita juga
memberikan jam terbang yang banyak di pertandingan level internasional
agar mereka punya feeling yang besar bermain di level internasional."
Apa keunggulan seorang Erwin Aksa?
"Saya
kira yang paling penting semua tokoh sepak bola dan masyarakat ingin
ada perubahan. Dibutuhkan semua komitmen, darah segar, dan
pemikiran-pemikiran menuju ke arah perubahan itu. Saya yakin bahwa
keberadaan saya dan apa yang saya lakukan di organisasi dunia usaha
maupun olahraga bisa menjadi dasar. Saya ingin selalu membawa perubahan
dan terobosan."
Lalu, terobosan apa yang ingin Anda lakukan?
"Bagaimana bisa memperbaiki kompetisi, memperbesar pembinaan, dan bagaimana kita mendapatkan prestasi. Semua tidak bisa instan. Butuh proses. Proses ini harus dikawal dengan konsistensi, kedisiplinan, dan menggunakan manajemen yang modern."
Bagaimana dengan komitmen Anda?
"Oh iya. Itu telah saya lakukan
di dalam perusahaan. Artinya, perusahaan saya mengalami transformasi
dan perubahan. Transisi dari perusahaan keluarga menjadi perusahaan
profesional. Kemudian, dalam setiap organisasi yang diberikan, saya
melakukan perubahan dan terobosan untuk memberikan kekuatan kepada
organisasi."
Seberapa optimistis program yang Anda beberkan bisa terlaksana?
"Kita harus membuat road map. Road map tahun ini apa yang kita kerjakan. Road map yang
paling kita kerjakan adalah perbaikan kompetisi, khususnya masalah
wasit. Kemudian, kita memperbaiki kualitas pertandingan. Pastinya, di
situ dibutuhkan pemain-pemain berkualitas."
"Kedua,
bagaimana melakukan pembinaan. Mempercepat pembangunan infrastrukur
stadion. Itu bisa dikerjakan secara serempak karena bisa dikerjakan oleh
wali kota, bupati, dan sebagainya. Kita buat timeline-nya.
Pasti ujungnya orang melihat prestasinya. Dibutuhkan waktu untuk bisa
mengawinkan atau menyejajarkan kompetisi dengan tim nasional. Tim
nasional harus didesain sebaik mungkin. Pemain-pemain tim nasional harus
memiliki jam terbang. Kalau berbicara pemain tengah, harus ada jam
terbang selama satu kompetisi."
"Oleh karena itu, kita harus memiliki klub-klub berkualitas sehingga bisa menciptakan pemain tim nasional. Platform tim nasional ada di klub terbaik Indonesia."
Anda siap mundur bila program tidak terwujud?
"Oh
iya. Pasti semua ada alat ukurnya. Keberhasilan dan pasti kegagalan.
Kalau kegagalan terjadi karena missmanagement oleh seorang pimpinan,
pimpinan harus bertanggung jawab. Pastinya pimpinan harus bertanggung
jawab dan konsekuen jika apa yang dicitakannya ternyata tidak bisa
dibuat karena kelemahan dan ketidakmampuan dalam mengelola. Saya siap
bertanggung jawab dengan mundur."