Hentikan Penagihan Abonemen
JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM-Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Jambi, Hamid Jufri menegaskan bahwa, pihak PDAM Tirta Mayang
Penulis: ridwan | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun Jambi, Ridwan Junaidi
JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM-Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Jambi, Hamid Jufri menegaskan bahwa, pihak PDAM Tirta Mayang mulai saat ini jangan lagi menagih biaya beban (abonemen) kepada pelanggan yang ledingnya sama sekali tidak jalan, seperti di Kelurahan Buluran Kecamatan Telanaipura serta tempat-tempat lainnya.
"Logikanya, airnya tidak ngalir sudah sekian lama, ya hendaknya jangan lagi dibebankan biaya abonemen. Masak, pelanggan tidak menikmati air, malah mereka diminta membayar biaya beban," kata Hamid Jufri kepada Tribun, Jumat (22/4) malam via telepon. Besaran biaya abonemen antara Rp 7.000 sampai Rp 21.000 per bulan.
Menurut Hamid, dia sudah menghubungi Dirut PDAM Tirta Mayang Firdaus agar pelanggan yang ledingnya sama sekali macet, jangan ditagih abonemennya.
"Pak Firdaus sangat setuju, dan malahan dia akan memerintahkan petugas untuk memutus sementara sepanjang airnya belum bisa mengalir ke pelanggan bersangkutan. Jika nanti sudah normal akan dipasang kembali," ujar Hamid yang mengaku sudah menghubungi Firdaus setelah wawancara dengan Tribun.
"Beliau (Firdaus, Red) sependapat atas saran saya. Dan nantinya saat sambung kembali, pelanggan tidak dipungut biaya apapun. Kata Pak Firdaus tadi, mudah-mudah akhir tahun ini layanan leding normal, karena ada penyesuaian dari kenaikan tarif dampaknya akan membantu biaya operasional yang selama ini menjadi masalah," ucapnya.
Mantan pejabat di Bulog Divre Jambi ini menyebutkan bahwa, dia juga mendesak kepada pihak PDAM Tirta Mayang untuk tidak menerima sambungan baru selagi kapasitas layanan kepada masyarakat belum normal.
"Selain masalah biaya beban tadi agar tidak ditagih, saya mendesak PDAM untuk sementara tidak menerima sambungan baru. Karena bila pemasangan diterima terus, sementara kemampuan terbatas, nanti bisa kacau," ungkap Hamid Jufri.
Selain di Buluran Kenali, sejumlah warga di Pagar Drum RT 17 Kelurahan Rawasari pun mengeluhkan hal yang sama. Sudah hampir satu tahun lebih warga setempat tidak mendapat layanan leding PDAM Tirta Mayang. Sementara itu, mereka tetap dikenakan biaya beban. "Kalau seperti ini lebih baik putuskan sajalah leding ini, daripada tiap bulan membayar biaya beban," ujar seorang warga.