SBY Tunggu PDIP-Gerindra Sebelum Tendang Golkar-PKS
Presiden SBY disinyalir tidak akan gegabah membuang Partai Golkar dan PKS dari Setgab koalisi.
"Saya kira SBY akan bermain aman terlebih dahulu. Dia harus yakin benar jika PDIP dan Gerindra masuk ke mereka, baru berani mengeluarkan PKS dan Golkar," kata pengamat politik UI, Cecep Hidayat saat dihubungi, Kamis (23/2/2011).
Dengan sikap SBY yang terkesan penuh perhitungan, komposisi Setgab diprediksi masih aman. Kalaupun terjadi perombakan, Golkar dan PKS ditengarai akan dikeluarkan akhir tahun ini.
"Bukan sekarang yang pasti. SBY kan biasanya suka mengeluarkan putusan di detik-detik akhir," lanjut Cecep.
Cecep menganalisa, melihat sikap PKS dan Golkar selama ini, sudah selayaknya kedua partai itu menjadi oposisi. Di pemerintahan, partai ini terkesan mendukung. Namun di parlemen, mereka terus mengkritisi kebijakan pemerintah.
Kedua partai ini, seharusnya legowo untuk berani keluar dari Setgab. Jika inisiatif itu tidak kunjung datang dari Golkar dan PKS, giliran SBY yang harus mengambil langkah tegas.
"Golkar dan PKS seperti bermain di dua kaki soalnya," ujar Cecep.
Dalam voting angket mafia pajak yang digelar Selasa (22/2) malam, Golkar dan PKS memilih berada di jalur yang berseberangan dengan pemerintah. Kedua partai ini bersikap setuju atas angket mafia pajak bersama dengan PDIP, Hanura, dan 2 anggota PKB sehingga menghasilkan 264 suara.
Fraksi yang menolak hak angket tersebut adalah Fraksi Partai Demokrat, PKB, PAN, PPP, dan Gerindra dengan total 266 suara. Voting dilakukan secara terbuka. Dengan demikian total suara yang menentukan nasib hak angket mafia pajak yakni 530 suara.