16 Besar Liga Champions

Preview Laga Olympique Lyon vs Real Madrid

Striker Real Madrid Karim Benzema untuk kedua kali kembali ke tanah kelahirannya sekaligus melawan tim yang membesarkannya

Editor: tribunjambi
TRIBUNJAMBI.com - Striker Real Madrid Karim Benzema untuk kedua kali kembali ke tanah kelahirannya sekaligus melawan tim yang membesarkannya, Olympique Lyon, dalam laga leg pertama 16 besar Liga Champions di Stade de Gerald, Rabu (23/2/2011) dinihari.

"Selalu fantastis saat kembali ke klub tempat saya mengawali karier. Namun sebesar cinta saya terhadap Lyon, kali ini saya berharap bisa mengalahkan mereka," kata Benzema dilansir Socceway, Senin (21/2/2011).

Ini adalah tahun kedua Benzema bersama Real Madrid sejak kepindahan dari Lyon 2009 lalu. Benzema memiliki kenangan buruk musim lalu saat timnya kalah 1-0 di markas Lyon kemudian ditahan imbang 1-1 di Bernabeu sekaligus menyingkirkan Madrid dari babak 16 besar.

"Kami melakukan kesalahan musim lalu karena merasa terlalu merasa superior dari mereka tanpa memperhitungkan apa yang akan terjadi di lapangan. Setiap orang merasa Lyon tim yang mudah dikalahkan tapi ternyata tak seperti itu. Dan ini akan menjadi pertandingan yang sulit lagi," ujar Benzema.

Benzema sosok yang sangat masyhur di Lyon. Ia adalah ikon raksasa Prancis itu yang pernah menjadi top skor di Ligue 1 pada 2007/08 dengan raihan 20 gol. Striker 23 tahun itu memperkuat Lyon sebanyak 112 kali, mencetak 43 gol dalam lima musim dan memberikan empat gelar juara.

Meski demikian, Benzema kini mengaku tidak lagi banyak mengetahui kekuatan Lyon. Faktor itulah yang membuat striker berkepala plontos itu memposisikan dirinya sebagaimana pemain Madrid lainnya yang memiliki beban berat untuk mengalahkan Lyon.

"Mereka sudah banyak berubah tidak lagi seperti masa saya ada disana. Separuh dari mereka bukan pemain yang pernah bersamaku. Saya juga sudah jarang berbicara dengan mereka. Tanpa disangsikan lagi mereka semua akan mempersulit kami," ujar Benzema.

Berbekal performa yang sedang on form, Benzema dipastikan akan tampil habis-habisan jika mendapat kesempatan tampil untuk membuktikan kapasitasnya. Benzema baru saja mencetak gol di laga terakhir Madrid menghadapi Levante di pentas Liga Primera Spanyol.

Terlepas dari sorotan mata yang akan tertuju kepada Benzema, Madrid secara keseluruhan akan mendapat perhatian khusus di fase 16 besar musim ini. Publik menunggu kemampuan Madrid lepas dari kutukan 16 besar yang sudah mereka rasakan enam tahun berturut-turut.

"Ini adalah sebuah pertemuan penting, kami ingin keluar dari semua hambatan. Tetapi kami harus menjaga penghormatan terhadap tim yang mungkin terlihat lemah dari kami. Tetapi kami ingin mengakhiri harapan keluar dari fase 16 besar yang selalu sulit ini," kata Kapten Madrid, Iker Casillas, dilansir UEFA.com.

Selalu terhentinya langkah El Real di babak 16 besar memang seperti sebuah keanehan yang mereka alami sejak 2004 lalu. Tapi kali ini di bawah kendali pelatih jenius Jose Mourinho, mental pasukan Madrid untuk lepas dari beban itu setidaknya bisa diatasi.

Lyon yang menjadi tim terakhir yang memperpanjang kutukan terhadap Madrid, tampaknya sudah melakukan antisipasi sebaik mungkin agar bisa kembali mengatasi raksasa Spanyol tersebut.

"Madrid tidak sama dengan musim lalu, mungkin kali ini mereka akan balas dendam. Ini akan berlangsung lebih sulit, tapi kami akan melakukan persiapan sebaik mungkin. Mengalahkan mereka musim lalu memberikan kami banyak kepercayaan diri," kata gelandang Lyon, Miralem Pjanic, dikutip UEFA.com.

Pjanic memiliki hasrat besar menghadapi laga ini. Ia adalah pahlawan yang menjadi penentu lolosnya Lyon ke semifinal Champions musim lalu lewat gol penyama kedudukan yang dicetak ke gawang Madrid di Santiago Bernabeu.
Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved