Jalan Rusak
Supir Minta Ongkos Tambahan
BUNGO,TRIBUNJAMBI.COM - Lumpuhnya jalan Bungo-Jambi, membuat kendaraan angkutan penumpang travel
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heru Pitra
BUNGO,TRIBUNJAMBI.COM - Lumpuhnya jalan Bungo-Jambi, membuat kendaraan angkutan penumpang travel dan bus dari Bungo menuju Kota Jambi putar arah. Mereka terpaksa melawati jalur Bangko-Jambi. Bertambahnya jarak tempuh ongkos pun terpaksa dinaikan.
 Seperti yang dilakukan salah satu travel yang sejak Jumat (28/1) lalu, menaikkan tarif angkutannya, untuk penumpang Bungo menuju Jambi. Meski ongkos tiket tidak dinaikan, namun penumpang diminta ongkos tambahan.
 "Jadi kepada penumpang kita tawarkan untuk lewat jalur Bungo Bangko. Tapi untuk lewat jalur tersebut, penumpang mesti tambah ongkos, untuk beli bensin," kata seorang supir.
 Ia mengatakan, untuk menambah ongkos tersebut, tergantung dengan para penumpang mau atau tidak. Kalau penumpang tidak sepakat, sopir tetap akan melewati jalur Bungo, Tebo dan Bulian, tapi mereka tidak bisa menjamin penumpang bisa datang dengan tepat waktu.
 Lia seorang PNS yang bertugas di kantor Bupati Bungo, yang biasanya setiap satu minggu sekali ke Jambi, mengatakan, dirinya rela menambah jumlah ongkos yang ditawarkan oleh supir angkutan, karena dirinya sudah apes telah merasakan terjebak di antrean panjang.
BUNGO,TRIBUNJAMBI.COM - Lumpuhnya jalan Bungo-Jambi, membuat kendaraan angkutan penumpang travel dan bus dari Bungo menuju Kota Jambi putar arah. Mereka terpaksa melawati jalur Bangko-Jambi. Bertambahnya jarak tempuh ongkos pun terpaksa dinaikan.
 Seperti yang dilakukan salah satu travel yang sejak Jumat (28/1) lalu, menaikkan tarif angkutannya, untuk penumpang Bungo menuju Jambi. Meski ongkos tiket tidak dinaikan, namun penumpang diminta ongkos tambahan.
 "Jadi kepada penumpang kita tawarkan untuk lewat jalur Bungo Bangko. Tapi untuk lewat jalur tersebut, penumpang mesti tambah ongkos, untuk beli bensin," kata seorang supir.
 Ia mengatakan, untuk menambah ongkos tersebut, tergantung dengan para penumpang mau atau tidak. Kalau penumpang tidak sepakat, sopir tetap akan melewati jalur Bungo, Tebo dan Bulian, tapi mereka tidak bisa menjamin penumpang bisa datang dengan tepat waktu.
 Lia seorang PNS yang bertugas di kantor Bupati Bungo, yang biasanya setiap satu minggu sekali ke Jambi, mengatakan, dirinya rela menambah jumlah ongkos yang ditawarkan oleh supir angkutan, karena dirinya sudah apes telah merasakan terjebak di antrean panjang.