Razia PNS
Ada yang Mengaku Sakit
MUARA BUNGO, TRIBUNJAMBI.COM - Tingkat disiplin pegawai negeri sipil (PNS)
Penulis: Herupitra | Editor: esotribun
Puluhan PNS itu terjaring dalam razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bungo, di Jalan Sutan Taha, tepatnya di depan rumah dinas bupati. Razia dimulai mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, Senin (24/1).
Razia yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Djusri Ramli, layaknya polisi lalu lintas yang sedang merazia pengendara di Jalan Raya. Anggota Satpol PP berdiri di jalan dan setiap orang yang mengenakan seragam PNS melintas, langsung diberhentikan. Dan langsung didata petugas nama dan identitas lainnya.
Berdasar pantauan Tribun, bermacam alasan dilontarkan PNS yang terjaring, karena berkeliaran di jam dinas di hadapan petugas Satpol PP. Adaa yang mengaku mau fotokopi, ada yang beralasan hanya keluar sebentar dan ada juga yang mengaku dari dokter, karena sakit.
"Saya baru pulang dari dokter, karena sakit," kata seorang PNS yang terjaring razia itu.
Mereka berkumpul dalam satu tempat kemudian didata satu-satu. Apa pun alasannya, mereka tetap didata oleh petugas Satpol PP Pemkab Bungo. Meski sama-sama sebagai abdi negara, namun para Satpo PP tak ragu menghadapi mereka.
Setelah didata indentitas dan alasan di luar kantor, mereka yang terjaring tersebut tidak ditahan.
Mereka hanya diperingatkan. Setelah semua beres, PNS tersebut diperbolehkan kembali ke kantor. Dari nama-nama PNS yang terjaring razia, berkeliaran tanpa ada izin dari atasan itu, hampir semua dinas ada.
Djusri Ramli mengatakan, razia yang digelar merupakan agenda rutin. Razia yang merupakan arahan Bupati Zulfikar Achmad, dimaksudkan untuk lebih mendisiplinkan pegawai yang ada di lingkungan Pemkab Bungo, sesuai dengan PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.(pit)