Indonesia Tertantang Perkuat ASEAN
Indonesia tertantang untuk memperkuat ASEAN dengan posisinya sebagai Ketua ASEAN 2011
JAKARTA, TRIBUN - Indonesia tertantang untuk memperkuat ASEAN dengan posisinya sebagai Ketua ASEAN 2011. Saat ini, ASEAN tumbuh menjadi salah satu forum kerjasama regional yang paling dinamis di dunia. Hal inilah, menurut Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, yang menjadi tantangan bagi Indonesia. ASEAN, katanya, harus mampu menguatkan pengaruhnya di percaturan dunia.
"ASEAN terus menjadi perhatian dunia di tengah tumbuh pesatnya integrasi ekonomi regional di Asia (ASEAN dan mitra dialognya) dan di kawasan lain. Oleh sebab itu, sebagai pemimpin ASEAN 2011, Indonesia harus dapat menjaga kredibilitas dan relevansi ASEAN di tengah perkembangan ini," kata Marie di Jakarta, Selasa (18/1/2011).
Secara integral,, lanjut Marie, ASEAN saat ini telah memainkan peran penting bagi anggotanya. Tercatat, perdagangan intra-ASEAN mewakili 25 persen total perdagangan ASEAN. Selain itu, ASEAN juga menempati peringkat kedua tahun 2008 dan ketiga tahun 2009 sebagai sumber penanaman modal asing langsung (Foreign Direct Investment). Oleh sebab itu, Indonesia berkewajiban untuk menjaga bahkan meningkatkan prestasi ini.
Hal lain yang juga dianggap penting dalam keketuaan Indonesia di ASEAN 2011 ini adalah akan bergabungnya Amerika Serikat dan Rusia dalam forum East Asian Summit. Masuknya dua negara ini diyakini mampu menciptakan dinamisme di kawasan ini. Ditambah lagi dengan rencana Uni Eropa untuk kembali memperkuat hubungan dengan ASEAN. Sebelumnya pada 2009, UE pernah menghentikan perundingan ASEAN-UE FTA (Free Trade Agreement) karena pertimbangan politik. Selama ini, EAS terdiri dari sepuluh negara ASEAN plus enam mitra dialog yaitu Australia, India, Jepang, Korea, China dan Selandia Baru. Berdasarkan alasan-alasan tersebut, Indonesia harus dapat menjawab tantangan ASEAN ke depan.
"Ini semua menunjukkan bahwa ASEAN semakin dianggap kredibel sebagai kekuatan regional yang terus tumbuh di Asia Timur, dan menjadi tantangan Indonesia (bersama ASEAN) untuk menjaga kredibilitas ini, " kata Marie.