Gerakan Mahasiswa Marak di Berbagai Daerah

Gerakan mahasiswa berdemonstrasi menentang kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian masih marak di berbagai daerah

Editor: tribunjambi
JAKARTA, TRIBUN - Gerakan mahasiswa berdemonstrasi menentang kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian masih marak di berbagai daerah, Senin (17/1). Termasuk, aksi mahasiswa Makassar yang menentang rencana pemerintah daerah Sulawesi Selatan untuk mengimpor beras dari negara tetangga.

Puluhan mahasiswa Lembaga Intelektual Mahasiswa atau Lintas Sulawesi Selatan berunjuk rasa di depan kantor Perusahaan Umum Bulog setempat. Menurut mereka, rencana impor beras dari Vietnam dan Thailand sangat mubazir karena Sulsel dikenal sebagai provinsi lumbung pangan nasional. Jika impor itu dipaksakan, maka harga jual beras akan jatuh sehingga petani berpotensi merugi. Mahasiswa juga mendesak Bulog setempat lebih berpihak pada petani lokal.

Namun, Kepala Bulog menyebut kebijakan impor itu bukanlah keputusannya melainkan kebijakan pangan nasional. Meski demikian, Ia memperkirakan stok beras sebanyak 18 ribu ton masih cukup selama dua bulan mendatang.

Sementara di Yogyakarta, mahasiswa mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang tega menembaki petani asal Desa Karang Mendapo, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Sabtu (14/1) lalu,

Mereka menuding polisi terlibat pelanggaran HAM berat saat menangani pertikaian antara petani dengan perkebunan kelapa sawit. Pihak berwajib pun dituntut segera mengusut tuntas kasus itu serta membebaskan tujuh petani yang ditangkap.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved