Bank Dunia Minta RI Waspada
Bank Dunia (World Bank) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,2 persen di 2011 dan 6,5 persen di 2012.
JAKARTA, TRIBUN - Bank Dunia (World Bank) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,2 persen di 2011 dan 6,5 persen di 2012. Meskipun Indonesia telah diuntungkan dengan arus masuk modal internasional dan harga komoditas yang meningkat, negara ini juga masih menghadapi tantangan dalam mengelola risiko yang terkait.
“Indonesia telah menerima arus portfolio yang cukup tinggi yang tertarik oleh imbal hasil yang lebih tinggi dan prospek pertumbuhan yang kuat,†ucap ekonom utama Bank Dunia untuk Indonesia Shubham Chaudhuri dalam laporannya yang dirilis di Jakarta, Kamis (13/01/2011).
Dikatakan arus modal masuk ini membawa banyak keuntungan seperti biaya pembiayaan yang lebih rendah, namun juga meningkatkan ekonomi makro dan kekhawatiran kebijakan yang bijaksana. "Tantangannya adalah mengubah arus masuk ini menjadi investasi jangka panjang," katanya.
Dikatakan, untuk kebanyakan negara berpenghasilan rendah, sektor perdagangan meningkat di tahun 2010 dan PDB mereka pada umumnya tumbuh 5,3 persen di tahun 2010. Hal ini didukung oleh meningkatnya harga komoditas, dan tingkat pengiriman uang dan pariwisata yang lebih rendah. Prospek negara-negara ini diprediksikan untuk kian menguat, dengan peningkatan di tahun 2011 dan 2012 masing-masing mencapai 6,7 dan 6,6 persen.
Menurut laporan ini, harga pangan yang relatif tinggi ini memiliki dampak yang beragam. Di banyak perekonomian, depresiasi dollar, kondisi lokal yang lebih baik, dan peningkatan harga untuk barang dan jasa berarti bahwa harga asli pangan belum meningkat sebanyak harga dollar AS dari komoditas pangan yang diperdagangkan secara internasional.
“Akan tetapi, peningkatan harga makanan pokok yang mencapai dua digit beberapa bulan terakhir ini lebih menekan rumah tangga yang dibebani dengan kemiskinan dan malnutisi. Dan apabila harga pangan global terus meningkat seiring dengan komoditas utama lainnya, kondisi di tahun 2008 tak terelakan,†ucap manajer Makroekonomi Golobal di Kelompok Prospek Bank Dunia Andrew Burns.