Maskapai Nasional Mulai Pikirkan Merger

Ketua Umum INACA Emirsyah Satar menyatakan keprihatinannya terkait berhenti beroperasinya maskapai penerbangan Mandala Airlines.

Editor: tribunjambi
JAKARTA, TRIBUN - Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Asociation (INACA) Emirsyah Satar menyatakan keprihatinannya terkait berhenti beroperasinya maskapai penerbangan Mandala Airlines.

"Kita semua pasti prihatin atas masalah yang menimpa Mandala. Semoga masalahnya cepat selesai dan bisa terbang kembali," kata Emirsyah di Jakarta, Rabu (12/1/2011).

Menurut Emir, saat ini dunia penerbangan nasional telah mengarah pada konsolidasi.

"Arahnya adalah merger antarairlines untuk memperkuat modal," ujarnya.

Maskapai ke depannya akan berpedoman pada kompetisi antarmaskapai.

"Dalam skala ekonomi besar, tetapi efisiensi dari masing-masing pemain dibutuhkan," jelasnya.

Namun Emir mengaku sulit memperkirakan berapa nantinya jumlah maskapai yang ideal di Indonesia.

"Masalah berapa jumlah pemain yang ideal dibutuhkan, biarkan pasar yang menentukan,” katanya.

Saat ini, jelasnya, ada sekitar 40 maskapai yang memiliki sertifikat beroperasi (air operator certificate/AOC), nantinya jumlah itu akan berkurang karena proses merger.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved