5 Hal Ini Bikin Pekerjaan Tambah Berat
Hal-hal yang bisa berpotensi membuat pekerjaan yang ada tambah berat dan hindari sebaik mungkin.
1. Menyalahartikan yang urgent dengan yang penting
Jika Anda memikul tanggung jawab yang cukup banyak dan berat, membagi tugas dengan prioritas akan membantu Anda mengkontrol beban kerja. Namun strateginya bukan mengenai apa yang harus didahulukan. Kesalahan yang terumum adalah memprioritaskan pekerjaan hanya berdasarkan urgensinya (tugas-tugas dengan deadline terdekat, sementara tugas dengan tenggat waktu jauh dikesampingkan). urgensi tidak selalu mengindikasikan kepentingan proyek secara akurat. Anda bisa saja buru-buru menyelesaikan tugas untuk bisa menghadiri rapat sore nanti, contohnya, tetapi bila itu adalah rapat rutin, dengan cakupan atau hasil yang sedikit, Anda sama dengan membuang waktu.
Sebelum memutuskan proyek apa yang harus difokuskan atau dikesampingkan sementara, tuliskan daftar tugas-tugas yang harus dikerjakan dan putuskan yang mana yang harus dan penting untuk dikerjakan terlebih dahulu. Konsultasikan daftar tersebut per harinya agar Anda selalu memastikan tugas-tugas terpenting dan menyesuaikan ranking proyek setiap kali ada tambahan, perubahan tenggat waktu, dan cara penyampaian yang berubah.
2. Disimpan sendiri
Sepertinya
segalanya akan lebih mudah untuk membenamkan diri dalam pekerjaan
hingga semua selesai. Lagipula, Anda terlalu sibuk untuk melakukan
hal-hal lain, seperti berinteraksi dengan karyawan lain. Tetapi,
menyimpan segalanya sendiri dan tidak berbagi dengan orang lain justru
bisa membuahkan hal yang tidak baik untuk Anda.
Contoh, Anda akan melewatkan kesempatan menjalin pertemanan dengan rekan kerja. Relasi kerja semacam ini bisa membantu Anda melewatkan waktu kerja yang lebih menyenangkan. Plus, Anda tak akan pernah tahu kapan Anda perlu kontak internal untuk mengerjakan suatu tugas, mengetahui berita perubahan internal, atau detail lowongan di departemen lain yang Anda incar. Jadi, berhenti untuk bercakap-cakap sejenak di lorong kantor, makan siang bersama teman kantor, atau ikut acara kantor, dan sebagainya bisa jadi hal yang menguntungkan.
3. Tak ingin mengganggu atasan
Pekerjaan
yang dilimpahkan kepada Anda saja sudah cukup banyak dan menyibukkan,
bagaimana pekerjaan si atasan? Begitu mungkin isi pikiran Anda. Sehingga
Anda beranggapan, sebaiknya jangan mengganggu dia. Padahal, sebenarnya,
menjalin kedekatan dengan atasan adalah hal yang penting. Tak hanya
memberikan kepastian bahwa Anda berfokus pada proyek dengan prioritas
tertinggi, dan memastikan ekspektasi performa kerja, tetapi juga bahwa
Anda memiliki informasi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk
menyelesaikannya.
Tak menanyakan klarifikasi mengenai lingkup kerja proyek kerja baru karena Anda takut mengganggunya, bisa membuat Anda menerka-nerka dalam kegelapan, bisa-bisa Anda salah belok. Coba buat jadwal rapat reguler dengan atasan Anda agar ia bisa selalu mengetahui apa yang sedang Anda kerjakan, mengutarakan kendala Anda, dan mendiskusikan strategi untuk menghadapi kesulitan Anda.
4. Bahagia dengan status quo
Saat
tugas makin melimpah dan level stres makin tinggi, para pekerja
seringkali menaruh ambisi peningkatan kariernya di bagian belakang
prioritas hidupnya. Tetapi mengabaikan pendidikan profesional Anda bisa
menjadi hal yang tidak menguntungkan bagi Anda. Salah satu alasannya
adalah banyak posisi yang mengharuskan pegawainya melakukan tugas-tugas
yang tadinya bukan porsinya, dengan kata lain; multitasking. Di
lain pihak, perubahan teknologi dan perkembangan baru di bidang Anda
juga bisa berarti Anda ketinggalan zaman jika tidak berusaha "keep up" dengan hal-hal tersebut.
Tak ada orang lain kecuali diri Anda yang memastikan Anda mendapat pelatihan yang dibutuhkan, jadi dekati atasan Anda dengan daftar pelatihan yang Anda inginkan dan jelaskan bagaimana hal itu bisa menguntungkan Anda dan perusahaan. Atasan Anda mungkin bisa mendorong upaya Anda dengan memberi subsidi biaya pelatihan, serta memberi waktu luang kerja untuk Anda.
5. Tidak rapi
Memiliki
meja kerja yang rapi dan membersihkan inbox surat elektronik bisa jadi
adalah hal yang terakhir di kepala Anda. Tetapi, detail-detail kecil
semacam ini justru bisa memperlambat kinerja Anda. Contoh, Anda terpaksa
menghabiskan setengah jam waktu berharga Anda gara-gara mencari surat
penugasan dari atasan yang dikirimkan sebulan lalu di inbox surat
elektronik Anda. Mengambil waktu untuk membereskan meja, mengorganisir
surat elektronik, dan menghapus data-data lama bisa membantu Anda
mencari segala sesuatunya lebih cepat, lebih mudah, sehingga
meningkatkan efisiensi serta produktivitas kerja.