Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dari Rp 15 Ribu Kini Beromzet Rp 75 juta

Nama Kursus Kembaren bagi warga Kota Jambi mungkin sudah tidak asing lagi

Penulis: fendry | Editor: Deddy Rachmawan
MEMPUNYAI moto hari ini lebih baik dari hari kemarin, memang benar‑benar diterapkan oleh lelaki Benar Sembiring, pemilik Yayasan Kursus Kembaren. Usaha yang dengan tekun dilakoninya menggelembungkan omzet menjadi 75 juta per bulan. 


Nama Kursus Kembaren bagi warga Kota Jambi mungkin sudah tidak asing lagi. Ketika era komputer belum sepopuler sekarang, Benar Sembiring telah mendirikan kursus tersebut pada 1986 silam.

Ketika Tribun mendatangi kantornya di Jalan Sersan Juraidah, di kawasan Terminal Rawasari, Selasa (28/12), ia ramah menyambut. Kembaren lahir bermula dari perantauan pria kelahiran Sumatera Utara itu ke Jambi 25 tahun yang lalu. 

Berbekal ilmu yang dipelajarinya di bangku kuliah, Benar menjadi tenaga honor di salah satu sekolah di Jambi. "Waktu itu penghasilan saya Rp 15 ribu per bulan, saya pun membuka kursus untuk tambahan belanja. Pada saat itu buka kursus komputer dan akuntansi," kata lelaki alumnus IKIP Medan itu kepada Tribun.
 
Benar memang nekat. Meski membuka kursus, saat itu ia hanya memiliki satu unit komputer. Itu pun komputer seken. Karena banyaknya siswa maka ia pun menambah komputer.

Selain kursus komputer, ia juga membuka kursus akuntansi, sesuai dengan kualifikasi pendidikannya yaitu sarjana akuntansi. Meski sudah memiliki usaha yang prospeknya bagus, bapak tiga anak ini mencoba peruntungan tes CPNS keti a kursusnya berumur satu tahun. Tak dinyana ia diterima di Kopertais wilayah II Palembang dan diperbantukan untuk mengajar di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) yang saat ini menjadi Unbari.

Kendati demikian, usaha kurus tetap dilakoninya. Karena pasang surutnya usaha itu, Benar memilih menghentikan kursus komputer. Titik balik, Kembaren kembali dimulai pada 2000 ketika dibuka kursus mengemudi.

Benar bercerita, dengan modal yang didapatnya dari kursus akuntansi, suami Ida Berlian itu membeli mobil seken Taft seharga Rp 25 juta. Dan keberuntungan itu kembali berpihak padanya. Ia pun mulai menambah kendaraanya setiap tahun.

"Dari uang usaha memang dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, makanya saya tidak ganggu uangnya. Untuk keperluan sehari‑hari, saya gunakan gaji saya," ujarnya membagi resep usahanya.

Maklum saja Benar begitu ketat dan tertib dalam manajemen keuangannya. Dia bilang, itu karena latar pendidikannya sarjana akuntansi. “Makanya saya benar‑benar me-manage keuangan, dan memisah untuk posnya masing-masing," timpalnya seraya tersenyum.

Sejak tahun 2000, kini Kembaren memiliki tujuh unit mobil beragam jenis seperti Avanza, Xenia, Kijang kapsul dan lainnya. (fendry hasari)  






 



























Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved