TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPD DKI Golkar memberikan bantuan kepada siswa yang ditahan ijazahnya karena menunggak SPP. Penyerahan ijazah yang ditahan tersebut dilakukan di kantor DPD Golkar dan diserahkan langsung oleh Ketua DPD DKI Golkar, Prya Ramadhani.
Prya menuturkan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya membaca berita di surat kabar ada anak yang tidak diterima bekerja karena ijazah aslinya ditahan sekolah. Ijazah asli siswa tersebut, tidak akan diberikan jika siswa belum melunasi uang SPP, uang gedung, ataupun uang praktek selama bersekolah.
"Kami tergerak untuk mencarikan jalan keluar agar anak-anak ini bisa melanjutkan sekolahnya atau mencari kerja. Seharusnya ini menjadi kewajiban Pemda untuk membantu anak-anak seperti ini, bila siswa tidak mampu bayar jangan ditahan ijazahnya. Semoga bantuan ini bisa membantu mereka," ujar Prya, Rabu (22/2/2012) di kantor DPD DKI Golkar.
Dalam acara yang dihadiri dua siswa SMK 36, Muhamad Farid (19) dan Dian Kardinata (20), mengaku ijazahnya dibayar pihak sekolah karena menunggak bayaran SPP sejak kelas satu.
"Ijazah ditahan karena tidak bayar SPP, uang gedung, dan uang praktek. Total pembayaran untuk SPP saja Rp 5 juta lebih," ujar Farid. Dijelaskannya, penahanan ijazah tersebut sangat menyulitkannya untuk melamar pekerjaan.
Farid yang sudah lulus sejak tahun 2010, baru menerima ijazahnya tahun 2012 ini setelah mendapat bantuan dari Golkar.
"Saya nggak tahu soal bantuan. Tahu-tahu dibilang ada yang mau menebus ijazah saya. Kalau melamar kerja, sulit juga kalau hanya fotocopy ijazah yang dilegalisir. Sering ditanya, mana ijazah aslinya," tandasnya.
Prya Ramadhani sendiri santer digadang-gadang sebagai Cagub DKI dari Partai Golkar. Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Aburizal Bakrie belum dapat memastikan siapa nama yang akan diusung partainya untuk maju dalam Pilkada DKI.
"Ada banyak nama. Ada Pak Tantowi, Prya Ramadhani, Azis Syamsudin, atau Alex Noerdin. Mungkin nama yang kami usung tidak memuaskan semua pihak, tetapi ini juga demi jalan menuju pemilu 2014," kata pria yang biasa disapa Ical ini. (*)