Tribunnews.com
home / internasional

Demo Tentang Pembakaran Quran, 4 Tewas

Rabu, 22 Februari 2012 21:28 WIB


TRIBUNJAMBI.COM  - Paling tidak empat orang meninggal dan 20 lainnya terluka di Afgahnistan dalam unjuk rasa hari kedua menentang pembakaran Quran.
Satu orang meninggal di Kabul, satu di kota Jalalabad dan dua di Provinsi Parwan.

BBC melaporkan, Rabu (22/2) para pejabat Amerika Serikat sudah meminta maaf hari Selasa (21/02) setelah kitab suci Quran yang diklaim tidak sengaja dimasukkan ke tempat pembakaran di pangkalan Bagram.
Para pejabat di Bagram dilaporkan menduga tahanan Taliban menggunakan kitab suci itu untuk menyampaikan pesan kepada satu sama lain.
Quran yang terbakar ditemukan oleh para petugas setempat.

Para pengunjuk rasa di Kabul meneriakkan, "Mati Amerika" dan melemparkan batu ke arah kam Phoenix, pangkalan utama di kota itu.
"Saya sakit hati dan kecewa. Saya membuat akun Facebook untuk masalah ini. Permintaan maaf Amerika tidak ada gunanya," kata Naseer Malikzai warga Kabul.

Para saksi mata mengatakan pengawal keamanan melepaskan tembakan ke udara. Sejumlah laporan juga menyebutkan massa meneriakkan slogan proTaliban.
Para pengunjuk rasa membakar patung Presiden Barack Obama di Jalalabad, dan wartawan BBC di Afghanistan, Babrak Miakhel, mengatakan tanki minyak dibakar.
Salah seorang pengunjuk rasa, Ajmal yang berusia 18 tahun, mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Bila Amerika menghina kami sampai pada tahap seperti ini, kami akan bergabung dengan kelompok perlawanan."
Kedutaan Amerika Serikat di Kabul ditutup dan semua perjalanan dibatalkan.(BBC)


Editor : deddy
Share on Facebook
Terkait
Kembali ke Home
Full Site