Video Warga Kepung Rumah Pelaku Hubungan Sedarah di Luwu Sulsel, Inses Kakak Adik Sejak 2016

Bahkan perbuatan hubungan sedarah tak normal itu membuat BI memiliki dua anak dan kini tengah hamil anak ketiga.

Editor: Suci Rahayu PK
capture YouTube HNN Indonesia
Warga Desa Lamunre Tengah, Belopa Utara, Luwu usir pelaku inses (2) 

Warga Kepung Rumah Pelaku Hubungan Sedarah di Luwu Sulsel, Inses Kakak Adik Sejak 2016

TRIBUNJAMBI.COM - Kakak beradik berinisial AA (38) dan BI (30) menghebohkan warga Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, karena melakukan hubungan sedarah.

Bahkan perbuatan hubungan sedarah tak normal itu membuat BI memiliki dua anak dan kini tengah hamil anak ketiga.

Rumah pelaku hubungan sedarah itu pun didatangi puluhan warga yang marah.

Dikutip Tribunjambi.com, sebuah akun YouTube HNN Indonesia, Sabtu (27/7/2019) tampak situasi saat massa berdatangan di rumah pelaku.

Baca: Bentuk Tubuh Prilly Latuconsina Menipu, Ternyata Ini Tinggi Badan Sesungguhnya

Baca: Merinding, Pocong Mata Merah Menyala di Google Maps Kedungwaru Demak, Begini Kata si Pemilik Foto

Baca: Jelang Arema FC vs Persib Bandung, Maung Bandung Kehilangan 2 Pemain Kunci

Puluhan warga berdatangan untuk mengusir keluarga pelaku agar pergi meninggalkan kampung.

Melihat situasi yang bisa berujung berbahaya, polisi datang untuk melakukan pengamanan.

Lengkap dengan senjata laras panjang sejumlah polisi berjaga apabila situasi tak terkendali.

Warga juga tampak terus berdatangan ke jalan di sekitar rumah pelaku.

Warga Desa Lamunre Tengah, Belopa Utara, Luwu usir pelaku inses (2) (capture YouTube HNN Indonesia)
Warga Desa Lamunre Tengah, Belopa Utara, Luwu usir pelaku inses (2) (capture YouTube HNN Indonesia) ()

Telihat anggota polisi berusaha meredam emosi warga dengan menenangkannya.

Warga Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu mendatangi rumah pelaku inses selama 3 tahun. (capture YouTube HNN Indonesia)

"Kami minta penghuni rumah di sini harus tinggalkan begitu," ujar seorang warga.

"Tidak bisa tinggal," ujar warga lainnya.

Terlihat serorang petugas berusaha meredamkan situasi.

"Jangan memancing situasi kita dengarkan dulu," ujar seorang berbaju putih.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved