Suara Ledakan di Atas Makam Soeharto Januari 2008, Kali Ketiga Linggis Menghantam Tanah
Saat kali ketiga linggis menghantam tanah, terdengar ledakan keras menggema. Yang hadir saat pemakaman Soeharto tak ada yang mengetahui suara apakah
Saat kali ketiga linggis menghantam tanah, terdengar ledakan keras menggema. Yang hadir saat pemakaman Soeharto tak ada yang mengetahui suara apakah itu.
TRIBUNJAMBI.COM - Momen saat pemakaman Presiden Soeharto di Astana Giri Bangun, Dengkeng, Girilayu, Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mungkin tidak terlupakan.
Ada cerita menarik yang datang dari penjaga makam keluarga Soeharto, Sukirno, dalam proses pemakaman Soeharto.
"Hantaman linggis yang pertama menghujam, disusul hantaman yang kedua. Tepat pada hantaman linggis yang ketiga tiba-tiba duarrrrrr. Terdengar suara ledakan yang sangat keras bergema di atas kepala kami," tutur Sukirno dalam buku 'Pak Harto Untold Stories' halaman 344.
Pada 27 Januari 2008, Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto meninggal dunia.
Dia dimakamkan di Astana Giri Bangun.
Baca Juga
Siapa Sebenarnya Dolly? Kalau Jual Daging Aku Pengalaman, Kalau Jadi Germo Aku Tidak Bisa
Ini Kalimat Maut KK (18) yang Bikin Siswi SMP di Jambi Menurut Disetubuhi 7 Kali di Kamar
Ini Isi Wawancara Khusus Gus Miftah, Niat Deddy Corbuzier Masuk Islam
Kondisi Cucu Soekarno dari Naoko Nemoto yang Berparas Bule, Gadis Jepang Dipersunting pada 1962
Darma Mangkuluhur Gembira Lihat Tommy Soeharto dan Tata Cahyani Bertemu di Barcelona, Lihat
Mayor Umar Nekat Minum Air dari Kandang Kuda, Kopassus Tugas Luar Negeri
Sebenarnya, Soeharto berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Namun, sebelum meninggal dia sudah berpesan dimakamkan di Astana Giri Bangun.
Sukirno menuturkan sebuah peristiwa aneh yang terjadi kala liang lahat untuk Soeharto pertama kali digali.
"Hantaman linggis yang pertama menghujam, disusul hantaman yang kedua. Tepat pada hantaman linggis yang ketiga tiba-tiba duarrrrrr. Terdengar suara ledakan yang sangat keras bergema di atas kepala kami," tutur Sukirno dalam buku 'Pak Harto Untold Stories' halaman 344, seperti dilansir Tribun Timur (grup Surya.co.id).
Menurutnya ledakan itu mirip suara bom. Semua orang yang berada di Astana langsung menengadah ke atas mencari sumber dentuman itu.
Anehnya di sekeliling Astana tidak ada yang porak poranda akibat ledakan keras tersebut.
Ledakan tersebut hanya seolah bunyi keras yang tidak meninggalkan bekas.
Sukirno pun memaknai ledakan itu pertanda semesta alam menerima jenazah Presiden Soeharto.
