Winardi Mengaku Imam Mahdi dan Dirikan Musala Mirip Kabah, Akhirnya Minta Maaf Seusai Diajak Tabayun
Seorang pria di Kota Depok bernama Winardi mengaku sebagai Imam Mahdi. Pengakuan Winardi sebagai Imam Mahdi ini mencuat setelah viral undangan
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pria di Kota Depok bernama Winardi mengaku sebagai Imam Mahdi.
Pengakuan Winardi sebagai Imam Mahdi ini mencuat setelah viral undangan terbuka Keluarga Besar Padepokan Trisula Weda untuk open house halal bihalal Idul Fitri 1440 H.
Di undangan disebutkan, halal bihalal dilaksanakan bersama sang pembaharu atau Imam Mahdi di Padepokan Trisula Weda di Kampung Prigi Bedahan, Kota Depok.
Pengakuan Winardi sebagai Imam Mahdi ini membuat kehebohan di Kota Depok dan sekitarnya.
Akhirnya melalui musyawarah, persoalan itu selesai, dan Winardi yang mengakui sebagai Imam Mahdi mengakui kekhilafan dan kesalahannya.
Baca: Setelah Prabowo Subianto Berangkat ke Dubai, Sandiaga Uno juga akan Meninggalkan Tanah Air, Kemana ?
Baca: Masjid Terdalam di Dunia Ini Jadi Lokasi Tarawih Para Pekerja PT Freeport Indonesia,Capai 1700 Meter
Baca: Bakal Meriah, Malam Takbiran di Kota Jambi Akan Diisi Festival Takbiran dan Kendaraan Hias
Baca: Pengakuan Youtuber Pelaku Video Mesum dengan dan Pacarnya yang Masih SMP di Banyuwangi
Musyawarah melibatkan tokoh agama yakni MUI Depok, Nahdlatul Ulama Depok, dan pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian.
Winardi akhirnya bertobat, dan tak akan lagi mengakui-ngakui sebagai Imam Mahdi,
Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzzaman mengatakan hasil dari musyawarah atau tabayun pihaknya bersama sejumlah ulama terhadap Winardi dan para muridnya disepakati ajaran dan pengakuan dari Winardi sesat.
Hal tersebut merujuk pada penjelasan Alquran dan hadist Nabi Muhammad SAW yang dituliskan dalam tiga buku yang judulnya khusus berkaitan dengan Imam Mahdi.
"Orang yang tak lagi sesuai dengan ajaran hadis maka ini salah, keliru, dan tidak benar. Ini ajaran yang menyimpang," ucapnya.
"Kami meminta agar Winardi bertaubat dan gelar Imam Mahdi agar ditinggalkan," terangnya, Rabu (29/5/2019)
Dia menyebut murid Winardi bisa meninggalkan padepokan dan ajaran Winardi karena tak sesuai dengan ajaran agama Islam.
Dimayati mengatakan, Winardi telah tobat dan berjanji akan meninggalkan kegiatan lamanya.
"Alhamdulillah beliau tadi sudah mengaku tobat dan mengucap dua kalimat syahadat," tambahnya.
KH Dimyati Badruzzaman mempertegas, Winardi sudah mengucap dengan tegas bahwa dia bukan Imam Mahdi.