Antisipasi Keributan Pasca Pemilu, Wali Kota Jambi Minta Warga Tak Terpengaruh Hoaks di Medsos

Pemkot Jambi menggelar rapat koordinasi forkopimda pasca pemilu dan antisipasi jelang pengumuman pemenang pileg dan pilpres.

Antisipasi Keributan Pasca Pemilu, Wali Kota Jambi Minta Warga Tak Terpengaruh Hoaks di Medsos
Tribunjambi/Rohmayana
Rapat koordinasi forkopimda pasca pemilu dan antisipasi jelang pengumuman pemenang pileg dan pilpres. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pemkot Jambi menggelar rapat koordinasi forkopimda pasca pemilu dan antisipasi jelang pengumuman pemenang pileg dan pilpres, di ruang pola Kantor Walikota Jambi, Senin (13/5). Dalam rakor tersebut dihadiri oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Wakil Wali Kota Jambi Maulana, kejaksaan, Polresta Jambi, dan Dandim 0415 Batanghari.

Sebelum rapat koordinasi dimulai Wali Kota Jambi Syarif Fasha meminta kepada siapa saja perwakilan rakyat yang terpilih agar tidak terlalu eforia. Begitu juga dengan yang tidak terpilih untuk tetap menerima keputusan KPU sehingga nantinya tidak terjadi keributan.

"Apapun hasil pleno yang akan dilaksanakan pada 22 Mei di pusat nanti, maka inilah keputusan yang ditetapkan KPU. Maka Apapun yang terjadi di Jakarta, jangan ikut-ikutan terjadi di Jambi," kata Fasha.

Karena Indonesia merdeka dengan hasil tumpahan darah para pejuang. Sehingga jangan sampai bangsa ini terpecah karena kepentingan-kepentingan pribadi.

Baca: Dianggap Cacat Hukum, APPS Desak Gubernur Jambi Tak Tandatangani Surat Pengunduran Diri Syaihu Cs

Baca: Disperindag Jambi Jual 600 Bapok Murah, Warga Kerinci Ilir Ngeluh Tak Kebagian

Baca: Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Bupati Muarojambi Pantau Harga Sembako di Pasar Sengeti

Baca: Disdik Jambi Akan Umumkan Kelulusan Siswa SMA/SMK Hari Ini, Beberapa Siswa Dikabarkan Tak Lulus

Baca: Virus Cacar Monyet Heboh di Singapura dan Mulai Mengancam Manusia, Ini Sumber Penyebabnya

Fasha juga mengingatkan warga Jambi agar tidak terpengaruh dengan ajakan di media sosial yang bersifat hoaks. Sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Kita tetap bersaudara apapun hasilnya itulah hasil yang sudah ditetapkan KPU, karena KPU yang sudah dipercaya pemerintah untuk menentukan hasil pemilu. Apalagi hasil ini sudah didampingi langsung pengawas pemilu dan saksi," ujarnya.

Mengingat banyaknya petugas KPPS yang sakit dan meninggal. Fasha meminta agar KPU menyeleksi kembali petugas KPPS yang usianya lebih muda dan produktif.

Fasha juga meminta agar KPU Jambi memberi masukan ke KPU pusat agar mengevaluasi pemilu serentak. Karena dampak dari pemilu serentak ini sangat besar bagi petugas yang tidak mampu menjalaninya.

Sementara itu, Kapolresta Jambi AKBP Dover mengatakan bahwa sejauh ini pemilu serentak yang ada di Kota Jambi berlangsung aman dan terkendali. Sementara untuk mengantisipasi terjadinya keributan seusai pleno nanti, pihaknya sudah mempersiapkan pengamanan.

"Kita minta warga Jambi tidak terpengaruh dengan isu yang tidak benar. Apapun hasilnya itu sudah ketentuan dari Tuhan, jadi warga jambi tidak perlu ribut-ribut," pungkasnya.

Baca: Warga Kelurahan Sabak Ulu Galang Bantuan untuk Ratusan Korban Kebakaran di Mendahara, Jambi

Baca: 101 Pejabat Fungsional Pemprov Jambi Dilantik, Sekda Jambi Berharap Hal Ini Bisa Terjadi

Baca: Ganti Oli dengan Kixx, Menangkan Tiket Gratis Nonton Moto GP di Sepang Malaysia, Begini Caranya

Baca: Video Detik-detik Pencarian Bocah 6 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari Jambi

Baca: VIDEO: Keseruan Kemilau Ramadan Tribun Jambi, Dimeriahkan Penampilan Dai Cilik

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved