Berita Bungo

Salawat Tahrim, Tradisi yang Terjaga, Kesan Jumat Pertama Ramadhan, di Masjid Tertua di Muara Bungo

Salawat Tahrim, Tradisi yang Terjaga, Kesan Jumat Pertama Ramadhan, di Masjid Tertua di Muara Bungo

Salawat Tahrim, Tradisi yang Terjaga, Kesan Jumat Pertama Ramadhan, di Masjid Tertua di Muara Bungo
Tribunjambi/Mareza
Salawat Tahrim, Tradisi yang Terjaga, di Masjid Tertua di Muara Bungo 

Salawat Tahrim, Tradisi yang Tetap Terjaga, Kesan Jumat Pertama Ramadhan di Masjid Tertua di Muara Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - "Ashshalatu wassalamu 'alaik ... yaa imaamal mujahidin ... yaa Rasulallah."

Salawat dilantunkan hingga selesai sebelum beduk salat Jumat ditabuh di Masjid Jami' Al-Munawwarah, Kelurahan Tanjung Gedang, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, yang merupakan masjid tertua di Muara Bungo.

Ada hal menarik ketika mengunjungi masjid tertua di Muara Bungo, Jumat (10/5/2019). Masjid yang berada di tepi Sungai Batang Bungo itu merupakan satu di antara masjid bersejarah di Kabupaten Bungo.

Baca: Ini Bacaan Doa Memasuki dan Keluar dari Masjid, Lengkap dengan Terjemahan Arab dan Latinnya

Baca: TERNYATA di Balik Megahnya Masjid Istiqlal, Ada Lorong Rahasia yang Konon Tempat Pelarian Belanda

Baca: WARGA Palestina Dihalangi untuk Salat Tarawih, Penindasan Israel Makin Gencar Selama Ramadan

Tradisi turun-temurun masih kental terasa. Sebelum azan berkumandang dari mikrofon, terdengar salawat tarhim. Bukan dari kaset, melainkan langsung dilantunkan oleh bilal masjid.

Saat salawat itu selesai dilantunkan, beduk ditabuh. Menggema bunyinya. Lalu azan berkumandang. Begitulah tradisi yang masih terjaga hingga kini.

Begitulah suasana salat Jumat pertama di Masjid Al-Munawwarah Muara Bungo. Orang-orang menunaikan salat sunah setelah kumandang azan pertama, kemudian disusul salam dan azan kedua sebelum khatib menyampaikan khotbahnya.

Beduk di Masjid Jami' Al-Munawwarah ditabuh, pertanda waktu salat tiba
Beduk di Masjid Jami' Al-Munawwarah ditabuh, pertanda waktu salat tiba (Tribunjambi/Mahreza)

Jumat itu, Ustaz Sakni menyampaikan khotbahnya, tentang Ramadhan. Usai menyampaikan mukadimah dan wasiat takwa, dia mulai membahas hal-hal yang berkaitan dengan Ramadhan.

Dalam khotbahnya, dia mengajak jamaah turut bersyukur, telah dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun ini, 1440 H. Dia juga mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadhan.

Khatib Jumat itu menyampaikan, bulan suci Ramadan merupakan bulan yang penuh ampunan, juga menjadi lumbung untuk beramal saleh.

Baca: Dua Organ Fital Ini Akan Rusak Jika Banyak Mengkonsumsi Makanan Berformalin dan Boraks

Baca: Ingat Kematian Saat Tahan Dahsyatnya Rasa Sakit Kanker, Cinta Penelope Telah Siapkan Batu Nisan

Baca: Soal Wiranto Ingin Shutdown Media, Pengamat Politik: Jangan Memicu Resistensi Publik Makin Kuat

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved