Kesal, Hakim Pengadilan Negeri Jambi Sebut Bram Cs Pagar Makan Tanaman

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi kesal dan sebut Bram, Nover dan Riko sebagai pagar makan tanaman.

Kesal, Hakim Pengadilan Negeri Jambi Sebut Bram Cs Pagar Makan Tanaman
Tribunjambi/Jaka HB
Sidang pencurian di minimarket Permata. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi kesal dan sebut Bram, Nover dan Riko sebagai pagar makan tanaman. Ketiganya tertangkap mencuri barang di tempat kerjanya sendiri.

“Dasar pagar makan tanaman,” kata Yandri Roni selaku ketua majelis hakim, pada Kamis (9/5).

Bram dan dua rekannya punya peran masing-masing. Dia mengatakan ketika jam makan siang memantau posisi para pekerja lain agar Riko bisa mencuri barang di minimarket Permata, tempat mereka bekerja. 

“Memberi tahu jika ada yang datang atau situasi saat yang lain sedang makan,” kata Bram menjelaskan perannya dalam aksi pencurian tersebut.

Ketiga karyawan minimarket itu beraksi saat barang diturunkan dari mobil dan pindahkan ke gudang. Pencurian dilakukan sedikit demi sedikit. Namun, aksi mereka terekam CCTV.

Nia, karyawan minimarket Permata yang jadi saksi mengaku sempat melihat aksi pencurian itu. “Tapi mereka tetap bekerja dan masuk terus seperti biasa,” kata Nia.

Baca: BREAKING NEWS, Lima Bedeng di Sungai Pinang, Bungo Hangus Terbakar

Baca: MENEGANGKAN Kapolsek Selamatkan Balita yang Akan Dibunuh Ayah, Ibu Kandung Sudah Tewas Dibunuh

Baca: Lima Bedeng di Bungo Habis Terbakar, Pemilik Hanya Bisa Nangis Lihat Rumahnya Jadi Arang

Baca: Hari Pertama Sekolah Saat Ramadhan di Bungo, Jam Belajar Siswa SD-SLTP Dikurang 10 Menit

Baca: Geledah Sebuah Rumah di Bekasi, Densus 88 Temukan PIN ISIS dan 15 Anak Panah, Siapa Pelakunya?

Yandri Roni kemudian bertanya pada Irwan selaku pemilik minimarket Permata. “Apakah gaji mereka lambat dibayar atau bosnya tidak baik memperlakukan mereka?” tanyanya.

Ani dan saksi satunya lagi yang merupakan pekerja menggeleng. Ridwan pun menjawab tidak. Irwan mengatakan dirinya mengalami kerugian cukup besar. Totalnya sekitar Rp 15 juta.

Yandri Roni selaku ketua majelis hakim menunda sidang. “Kamis depan agenda tuntutan,” katanya kemudian mengetukkan palu.

Perbuatan terdakwa dijerat pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP Jp pasal 64 ayat (1) KUHP. Diketahui satu terdakwa bernama Reno masuk Daftar Pencarian orang (DPO).

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved