Ramadan, Disperindag Tanjab Barat Siapkan 300 Lapak Pedangan di Pasar Obral

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tanjab Barat mulai membuka pendaftaran lapak pasar obral 1440 H.

Ramadan, Disperindag Tanjab Barat Siapkan 300 Lapak Pedangan di Pasar Obral
Tribun Jambi/Jaka HB
Pasar beduk yang berlokasi di Taman Hijau, Pasar Bawah, Muara Bungo, Kamis (17/5). 

Ramadan, Diseperindag Tanjab Barat Siapkan 300 Lapak Pedangan di Pasar Obral

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tanjab Barat mulai membuka pendaftaran lapak pasar obral 1440 H. Pendaftaran akan dimulai pada tanggal 9-14 Mei 2019.

Bagi pedagang yang ingin mendaftar diharapkan datang lansung ke Kantor Diskoperindag melalui panitia dengan membawa persyaratan KTP dan uang Retribusi Rp 290 ribu per lapak.

Kadis Koperindag Tanjab Barat, Syafriwan mengatakan pihaknya akan menyediakan 250-300 lapak yang dimulai pada tanggal 17 Mei hingga 2 Juni 2019.

Untuk lokasinnya seperti pada tahun sebelumnya masih dipusatkan di jalan Palembang, jalan Asia atau mengelilingi Masjid Raya Kuala Tungkal.

"Nanti kita data lokasi dan kita sesuaikan jumlah lapak dengan kapasitas lokasi. Untuk harga Rp 290 ribu per lapak itu sudah termasuk semua baik listrik, kebersihan, dan keamanan," ujarnya.

Baca: Genjot Penambahan PAD, Diskominfo Muarojambi Akan Hitung Jumlah Tower dan Provider

Baca: Kabel Lampu Jalanan di Muara Bulian Dicuri, Tender Macet Dinas Perkim Ganti Pakai Dana Pribadi

Baca: Mi dan Bakso Ditemukan Mengandung Formalin, Dinkes Sarolangun Imbau Warga Hati-hati Pilih Jajanan

Baca: Menang Pileg, Empat Caleg Sarolangun Terancam Tak Bisa Dilantik, Ini Alasan KPU

Baca: Wacana Pelegalan Illegal Drilling, DLH Batanghari: Pemda Tak Berhak Berikan Izin

Syafriwan menegaskan diluar lapak yang disediakan Disperindag, pihaknya tidak bertanggung jawab apabila terjadi kekeliruan.

"Kita usahakan pasar obral kali ini benar-benar tertib dan tidak menerima adanya pesanan lapak atau jual beli lapak," ucapnya.

Meski demikian, tidak ada sanksi tegas bagi oknum yang ketahuan menjual belikan lapaknya. Selain itu yang paling sering terjadi adalah beda nama antara pendaftar dengan yang berjualan pada lapak tersebut.

"Karena alasannya masih keluarga seperti kakak, adik, atau lainnya, sehingga kita juga tidak bisa memaksakan mereka untuk tidak berjualan," jelasnya.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved