Jam Kerja Dikurangi 2 Jam Selama Ramadan, PNS Sarolangun Diminta Tetap Berikan Pelayanan Prima

Selama bulan Ramadan jam kerja PNS di Sarolangun dikurangi 2 jam setiap harinya.

 Jam Kerja Dikurangi 2 Jam Selama Ramadan, PNS Sarolangun Diminta Tetap Berikan Pelayanan Prima

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Selama bulan Ramadan jam kerja PNS di Sarolangun dikurangi 2 jam  setiap harinya.

Kepala BKPSDM Sarolangun Waldi Bakri mengatakan berdasarkan surat edaran Kemenpan nomor 394 tahun 2019 tanggal 26 April 2819, disebutkan jam kerja PNS mendapatkan pengurangan selama Ramadan dengan menyesuaikan masing-masing daerah.

"Yang jelas jam kerja tetap terpenuhi, pengurangan 2 jam dalam satu hari sesuai edaran Menpan yang kami terima kemarin, untuk daerah masing masing menyesuaikan," katanya.

Ia menjelaskan jam kerja bagi PNS di Sarolangun telah dirincikan dalam surat edaran nomor 776 BKPSDM tanggal 30 April, yang pelaksanaannya dimulai Senin (6/5).

Dalam edaran tersebut, pada Senin sampai Kamis, para pegawai akan masuk kerja di kantornya masing-masing mulai pada pukul 08.00-15.30 WIB. Jam istirahat hanya 30 menit pada pukul 12.00 WIB sampai 12.30 WIB. Yang biasanya masuk pada pukul 07.30 WIB sampai 15.45 WIB. Sementara pada hari Jumat, dimulai dari pukul 07.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB.

Baca: Ini 2 Doa Buka Puasa yang Sesuai Sunnah Rasulullah SAW yang Dijabarkan Ustaz Abdul Somad (UAS)

Baca: VIDEO: Lestariakan Wisata Religi, Pemkab Tanjab Barat Adakan Festival Tahunan Arakan Sahur

Baca: VIDEO - Najwa Shihab, Cak Nun Sepanggung Bahas 2Tahun Kasus Novel Baswedan

Baca: VIDEO: Live Streaming Garuda Select vs Leicester City U-16, Garuda Muda Ditukangi oleh Coach Fakhri

Baca: 44 KK Dapat Bantuan dari Pemkot Jambi

"Untuk kita Kabupaten Sarolangun yang notabennya lima hari kerja, sehingga habis Jumatpun kita tidak kerja lagi, ada pengurangan jam kerja dari 37 jam menjadi 32 jam," katanya.

Meski dilakukan pengurangan jam kerja saat bulan puasa ini, Waldi menegaskan kepada seluruh PNS untuk tetap memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, kecuali guru dan tenaga medis yang sudah ada aturan tersendiri.

Para PNS dihimbau pada bulan puasa ini mengenakan peci pada Senin sampai Kamis dan pakaian muslim pada hari jumat, kecuali bagi yang non muslim agar dapat menyesuaikan.

"Pada bulan puasa, semangat kerja tetap seperti biasa, jangan ada pegawai yang bermalasan karena puasa tidak melayani masyarakat, harapan kita pelayanan kepada masyarakat tetap prima, disiplin tetap dilaksanakan, jangan ada bahasanya malas pelayanan, pengurangan jam kerja itu sudah semacam reward dari pemerintah untuk kita," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved