Diet Sehat Nasi Ala Jepang, Ternyata Berbeda dengan Fakta yang Dilakukan Peneliti, Lebih Baik?

Banyak orang yang sedang menjalankan diet atau berusaha menurunkan berat badannya dengan cara mengurangi konsumsi nasi.

Diet Sehat Nasi Ala Jepang, Ternyata Berbeda dengan Fakta yang Dilakukan Peneliti, Lebih Baik?
Shutterstock
Ilustrasi 

Diet Sehat Ala Jepang dengan Nasi, Ternyata Berbeda dengan Fakta yang Dilakukan Peneliti, Lebih Baik? 

TRIBUNJAMBI.COM - Banyak orang yang sedang menjalankan diet atau berusaha menurunkan berat badannya dengan cara mengurangi konsumsi nasi.

Nasi dipercaya memiliki kalori yang cukup tinggi sehingga mampu menaikkan berat badan dengan cepat.

Oleh karena itu, bagi orang yang ingin kurus, banyak yang memilih untuk meninggalkan nasi putih dan menggantinya dengan bahan makanan lain.

Baca: BREAKING NEWS: Penemuan Mayat di Sarolangun, Tergeletak di Bawah Pohon Dekat Lahan Perusahaan

Baca: VIDEO Unggahan Susi Pudjiastuti Detik-detik Penenggelaman Kapal oleh KKP, Bukan dengan Diledakkan

Akan tetapi, baru-baru ini peneliti menemukan penemuan baru mengenai nasi.

Sebenarnya orang-orang yang mengikuti diet nasi ala Jepang atau Asia kecil kemungkinannya mengalami obesitas.

Para peneliti mengatakan diet rendah karbo dengan konsumsi rendah nasi adalah penurunan berat badan yang populer.

Karena diet ini hanya memiliki sedikit efek terhadap obesitas.

Dilansir Thestar pada Rabu (1/5), Menurut data para peneliti menemukam sedikit peningkatan pada "konsumsi nasi sebesar 50g per hari per orang".

Hal ini dapat menyebabkan tingkat obisitas di dunia menurun sekitar 1 persen atau dari 650 juta menjadi 643,5 juta.

Halaman
12
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved