Kisah Guru di Daerah Terpencil

Nur Asiah, Penerima Reward dari Gubernur Jambi, Cerita Kepala Sekolah Daerah Terpencil di Jambi

Nur Asiah, Penerima Reward dari Gubernur Jambi, Cerita Kepala Sekolah Daerah Terpencil di Jambi

Nur Asiah, Penerima Reward dari Gubernur Jambi, Cerita Kepala Sekolah Daerah Terpencil di Jambi
Tribunjambi/Zulkifli
Gubernur Jambi, Fachrori Umar memberikan reeword berupa satu unit sepeda motor kepada seorang kepala sekolah yang mengajar di daerah terpencil. 

Nur Asiah, Penerima Reward dari Gubernur Jambi, Cerita Kepala Sekolah Daerah Terpencil di Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wajah sumringah terpancar dari raut wajah Nur Asiah kepala sekolah SMA Negeri 6 Tanjung Jabung Timur, usai menerima satu unit sepeda motor yang di serahkan Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Nur Asiah mendapat reward beruap sepeda motor dari Pemprov Jambi melalui Dinas Pendidikan yang bekerja sama dengan BRI atas pengabdiannya mengajar sekaligus menjadi kepala sekolah di daerah pelosok Provinsi Jambi. 

Baca: Kini Ditangkap KPK! Bupati Cantik Asal Talaud Sempat Perintahkan Rakyatnya Kibarkan Bendera Filipina

Baca: Disdik Kota Jambi Imbau Kepala Sekolah: Acara Perpisahan Boleh, Asal Tak Memberatkan Siswa

Baca: 4 Anggota PPK Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Dikabarkan Diamankan Polisi

Saat ini Nurasiah menjabat sebagai kepala sekolah di SMAN 6 Tanjung Jabung Timur yang berlokasi di desa Sungai Lokan, Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur.

Saat diwawancarai Tribunjambi.com, Nurasiah mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas apa yang telah ia dapat, pada moment Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 ini.

Baca: 20 Persen Bangunan Sekolah di Kerinci Belum Baik, 2019 Kerinci Dapat Rp 10 Milyar DAK

Baca: Lobi-lobi Pengusaha dan Bupati Sri Wahyumi, Bagaimana Fee 10 Persen Ditukar Perhiasan Mewah?

Baca: Jonatan Christie Lolos ke Perempat Final New Zealand Open 2019, Bertarung Sejam Lawan Wakil Taiwan

"Alhamdulillah cukup bangga sekali, atas pemberian dari Dinas Pendidikan dan Juga dari BRI serta Gubernur Jambi yang sangat perhatian sekali dengan guru-guru daerah terpencil, khususnya daerah Kecamatan Sadu Tanjung Jabung Timur," kata Nur Asiah.

"Kami berbangga sekali dan sangat berterimakasih sekali atas perhatiannya atas pendidikan atau sekolah daerah tetpencil," sambung Nur Asiah.

Nur Asiah, menjelaskan perjuangan yang harus ia tempuh untuk sampai ke sekolahnya setiap hari. 

Baca: Sudah Buat Surat Wasit saat Sakit, Ustaz Arifin Ilham Kini Unggah Tangis Haru & Berpelukan

Baca: Pasca Hujan, Titik Panas Kembali Muncul di Merangin, Justru Terbanyak se Jambi

Baca: Kegalauan Soeharto Jelang Lengser Mei 1998, Penghianat yang Ditolak Pak Harto Sampai Mati

Lokasi sekolah SMA 6 Tanjung Jabung Timur di Kecamatan Sadu, berjarak lebih kurang 20 Kilo meter dari Ibu Kota Tanjung Jabung Timur. 

Sementara jarak sekolah dari tempat tinggalnya ditempuh sedikitnya satu jam perjalanan yang hanya bisa ditempuh menggunakan sepeda motor dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

Baca: Najwa Shihab Sindir Setya Novanto Ketahuan Makan di Rumah Makan Padang, Bongkar Masa Lalu Setnov

Baca: Detik-detik Mantan Anggota TNI Diseret dari Bawah Ranjang, Pelaku Cabul ke 6 Bocah Perempuan

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved