Pengembangan Mangrove

Bupati Safril Sampaikan 3 Fungsi Mangrove, Arah Kebijakan & Pengembangan Mangrove di Tanjab Barat

Bupati Safril Sampaikan 3 Fungsi Mangrove, Arah Kebijakan & Pengembangan Mangrove di Tanjab Barat

Bupati Safril Sampaikan 3 Fungsi Mangrove, Arah Kebijakan & Pengembangan Mangrove di Tanjab Barat
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Bupati Safril Sampaikan 3 Fungsi Mangrove di Tanjab Barat, dan Arah Kebijakan dan Pengembangan Mangrove 

Bupati Safril Sampaikan 3 Fungsi Mangrove, Arah Kebijakan & Pengembangan Mangrove di Tanjab Barat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Manfaatkan mangrove untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan pemerataan, Pemkab Tanjab Barat rapat koordinasi dengan kementerian koordinator bidang Kemaritiman.

Rakor ini dalam Rapat koordinasi pengelolaan lingkungan kawasan Pantai Timur Sumatera, di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Senin (2/5/2019).

Dalam pemaparannya, disampaikan Bupati, luasan mangrove di tiga kecamatan di Tanjung Jabung Barat seluas 17 ribu hektare.

Baca: 4 Anggota PPK Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Dikabarkan Diamankan Polisi

Baca: 20 Persen Bangunan Sekolah di Kerinci Belum Baik, 2019 Kerinci Dapat Rp 10 Milyar DAK

Baca: Diberi Supersemar, Soeharto Malah Usir Soekarno dan Minta BK Lengser, Ratna Sari Dewi Sampai Kaget!

"Luas mangrove 17 000 hektare di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pengabuan, Kuala Betara, dan Tungkal Ilir," ujar Bupati.

Disampaikan bupati, arah kebijakan dan strategi pengembangan mangrove Kabupaten Tanjab Barat yaitu fungsi ekologis, fungsi ekonomi, dan fungsi sosial.

Untuk pelestarian hutan mangrove dari pemerintah selalu memberikan sosialisasi tentang fungsi hutan mangrove untuk menjaga kelestariaan lingkungan hidup.

Pemkab Tanjab Barat rapat koordinasi dengan kementerian koordinator bidang Kemaritiman
Pemkab Tanjab Barat rapat koordinasi dengan kementerian koordinator bidang Kemaritiman (Tribunjambi/Darwin Sijabat)

Menurut Safrial, pemerintah berharap dari mangrove ada fungsi ekonomi dengan mendatangkan wisatawan.

"Kita mendapatkan bantuan dari pusat akan kita buat tracking, menara pantau untuk melihat mangrove dan laut," ujarnya.

Tingkat keberhasilan rehabilitasi mangrove di kabupaten Tanjab Barat sepeti tanam tinggal memiliki tingkat keberhasilan 50 persen, tanam pada lokasi tanah kering 70 persen tingkat keberhasilan.

Baca: Oknum PNS Culik Siswi SMP, Empat Hari Disekap Dalam Kamar dan Dipaksa Berhubungan Intim

Baca: Pertama Kali, 411 Siswa SD & SMP Negeri di Kota Jambi, di Wisuda Tahfidz Al Quran

Baca: Pengumuman Hasil Assessment Tata Nilai Rekrutmen Bersama BUMN 2019, Saatnya Pilih BUMN-mu

Mangrove dikatakannya sebagai tempat ekosistem dari makhluk hidup biota laut. Sehingga dengan demikian harus diberdayakan dan dipelihara.

Pemkab Tanjab Barat rapat koordinasi dengan kementerian koordinator bidang Kemaritiman (Darwin Sijabat/Tribun Jambi)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved