Jam Kerja ASN Kota Jambi Dikurangi Selama Ramadan, Ini Jadwalnya Terbarunya

Jam kerja ASN Kota Jambi akan dikurangi selama bulan suci Ramadan. Baik bagi instansi yang memberlakukan lima hari kerja maupun enam hari kerja.

Jam Kerja ASN Kota Jambi Dikurangi Selama Ramadan, Ini Jadwalnya Terbarunya
Tribunjambi/Rohmayana
Maulana Wakil Wali Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Jam kerja ASN Kota Jambi akan dikurangi selama bulan suci Ramadan. Baik bagi instansi yang memberlakukan lima hari kerja maupun enam hari kerja.

Disampaikan oleh Liana Andriani, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDM) Kota Jambi bahwa penetapan jam kerja ASN berdasarkan dalam surat edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 394 tahun 2019.

Untuk instansi pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja, maka Senin-Kamis masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 15.00. Sedangkan untuk Jumat masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 15.30 dengan waktu istirahat pukul 11.30 hingga 12.30.

Sedangkan untuk instansi pemerintahan yang memberlakukan enam hari kerja, hari Senin-Kamis dan Sabtu, masuk pulul 08.00 dan pulang pukul 14.00 dengan waktu istirahat pukul 12.00 hingga 12.30. Sedangkan untuk Jumat masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 14.30.

“Kita pemerintah daerah mengikuti surat edaran tersebut. Dan sudah kita edarkan ke seluruh instansi pemerintah,” bebernya.

Baca: PDI Perjuangan Berbagi Kursi Antara Incumbent dan Wajah Baru di DPRD Jambi

Baca: Tak Ingin BRT Jadi Program Gagal, Dewan Ingatkan Dishub Kota Jambi Kaji Lebih Dalam

Baca: Daftar Lomba dan Isi Stand Kemilau Ramadan Tribun Jambi Gratis

Baca: Suara Partai Demokrat di Jambi Menurun, Edison Yakin Dapat 6 Kursi di DPRD Jambi

Baca: Miliaran Dana Desa di Sarolangun Tertahan Gara-gara Kades dan BPD Tak Kunjung Sepakati APBDes

Sementara itu menurut Maulana, Wakil Wali Kota Jambi bahwa Pemerintah Kota Jambi juga sudah mengedarkan surat tersebut. “Ada pengurangan jam kerja. Dan untuk lebih jelasnya sudah kita edarkan suratnya keseluruh instansi,” katanya.

Hanya saja menurut Maulana, bulan Ramadan tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Kinerja tetap harus diutamakan. “Menjalani puasa jangan dijadikan alasan untuk tidak bekerja maksimal. Pelayanan harus tetap dilakukan. Kurangi turun ke lapangan yang bersentuhan langsung dengan matahari,” pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved