Berita Selebritis

Boikot Film Kucumbu Tubuh Indahku Dilancarkan, Ini Kata Sutradara: Medsos Alat Penghakiman Massal

Petisi lewat laman Change.org tersebut berjudul "Gawat! Indonesia Sudah Mulai Memproduksi Film LGBT dengan Judul 'Kucumbu Tubuh Indahku".

Boikot Film Kucumbu Tubuh Indahku Dilancarkan, Ini Kata Sutradara: Medsos Alat Penghakiman Massal
istimewa
Boikot Film Kucumbu Tubuh Indahku Dilancarkan, Ini Kata Sutradara: Medsos Alat Penghakiman Massal 

Boikot Film Kucumbu Tubuh Indahku Dilancarkan, Ini Kata Sutradara: Medsos Alat Penghakiman Massal

TRIBUNJAMBI.COM - Film Kucumbu Tubuh Indahku menuai kontroversi.

Ada dugaan film besutan Garin Nugroho memuat konten penyimpangan sosial.

Petisi menentang dan memboikot film tersebut untuk tayang di beberapa kota bermunculan di media sosial.

Petisi lewat laman Change.org tersebut berjudul "Gawat! Indonesia Sudah Mulai Memproduksi Film LGBT dengan Judul 'Kucumbu Tubuh Indahku".

Sutradara Garin Nugroho kemudian buka suara terkait hal tersebut.

Menurutnya, petisi yang dibuat untuk menentang filmnya tersebut, seperti penghakiman sepihak masyarakat tanpa adanya ruang dialog.

Baca: Sahabat Suami Mantan Luna Maya Bocorkan Nama Panggilan Calon Anak Syahrini dan Reino Barack

Baca: Pelan Tapi Pasti, Sandiaga Uno Akhirnya Ikuti Hati Nuraninya

Baca: Ranty Maria Posting Ayat Kitab Suci, Dua Hari Jelang Pernikahan Ammar Zoni-Ibel, I’m just amazed

Baca: Hingga Trending YouTube! Sule Cium Mesra Naomi Zaskia di Depan Anaknya, Ternyata Sudah Janjian

"Gejala ini menunjukkan media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme. Bagi saya, anarkisme masa tanpa proses dialog ini akan mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa," demikian pernyataan tertulis Garin lewat akun Instagram-nya, @garin_fim, yang dikutip Kompas.com, Kamis (25/4/2019).

20181101 Juri EADC 2018, Garin Nugroho
20181101 Juri EADC 2018, Garin Nugroho (warta kota/nur ichsan)

Garin menambakan, petisi tersebut seolah-olah menurunkan daya kerja dan mengancam kebebasan untuk hidup bersama tanpa adanya diskriminasi dan kekerasan.

Garin mengaku amat prihatin, dengan menjamurnya penghakiman massal sepihak tanpa adanya proses keadilan.

Halaman
123
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved