50 Hektare Sawah di Pendopo Batanghari Terendam Banjir, Musim Tanam Terpaksa Ditunda

Puluhan hektare sawah terendam banjir selama musim penghujan beberapa bulan terakhir. Alhasil, para petani harus menunda musim tanam.

50 Hektare Sawah di Pendopo Batanghari Terendam Banjir, Musim Tanam Terpaksa Ditunda
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Meski banjir sempat merendam sekira 210 hektare persawahan, belum terjadi puso di Kabupaten Batanghari, Selasa (13/11). Itu lantaran air hanya menggenang beberapa hari saja. 

50 Hektare Sawah di Pendopo Terendam Banjir Selama Musim Hujan. Musim Tanam Terpaksa Ditunda

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Puluhan hektare sawah terendam banjir selama musim penghujan beberapa bulan terakhir. Alhasil, para petani harus menunda musim tanam.

Kasi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Batanghari, Isnen mengatakan, ada sekitar 50 hentare area sawah di depan Pendopo, Kecamatan Muara Bulian yang terendam banjir itu.

"Para petani terpaksa menunda masa tanam hingga air surut," ujarnya, Senin (22/4).

Tak hanya di sana, hal serupa juga terjadi di Kecamatan Mersam. Namun luas sawah yang terendam tak seluas di Kecamatan Muara Bulian.

"Untuk di Mersam sudah berangsur-angsur masa tanam sesuai jadwal," kata Isnen.

Baca: Jelang Ramadan, Harga Ayam di Bungo Mulai Naik, Harga Ikan Masih Stabil

Baca: 5 Hari Pasca Pencoblosan, Baru 3 Kecamatan di Merangin yang Selesaikan Pleno

Baca: Hari Pertama UNBK, Siswa di Merangian Kepergok Tak Ikut Ujian, Kadisdik Beberkan Alasannya

Baca: Anak SD Kayuh Sepeda Onthel dari Tuban ke Mojokerto Demi Kakaknya, Ditemukan Tertidur Lelah

Baca: Ramai di Media Soaisl, Fadli Zon Dikabarkan Tak Tembus ke Senayan, Dua Orang Ini Juga Kabarnya Gagal

Dia berharap petani memeperhatikan kondisi alam dan sawah saat ini dan jangan terburu-buru menanam. Jika sawah masih terendam, sebaiknya, masa tanam ditunda hingga air surut.

"Kita sampaikan kepada petani untuk memperhatikan kondisi alam agar benih yang telah tersemai tidak terendam dan dapat dilaksanakan pertanaman," tandasnya.

Hal ini, lanjutnya, untuk mengurangi kerugian pada petani.

"Kalau dipaksa dilakukan penanaman, maka dikhawatirkan penati akan merugi karena benih siap semai tersebut akan terendam air," tandasnya. 

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved