Terjungkal Karena Reformasi 1998, Para 'Penghianat' yang Ditolak Soeharto Sampai mati

"Lebih dari itu, ia merasa dikhianati. Ia ditinggalkan oleh teman-teman dan mereka yang ia percaya selama ini. Itu melukai perasaannya,"

Terjungkal Karena Reformasi 1998, Para 'Penghianat' yang Ditolak Soeharto Sampai mati
(REUTERS)
Momen terakhir BJ Habibie bersama Soeharto adalah ketika Soeharto lengser jadi Presiden RI setelah 32 tahun menjabat. 

Pengamat militer Salim Said mengatakan Soeharto sudah menganggap Habibie sebagai pengkhianat.

Hal itu berdasarkan kesaksian AM Fatwa yang pernah berbicara langsung dengan putri Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut.

Salim menyebut Soeharto berharap Habibie ikut mengundurkan diri saat ia menyatakan berhenti. "Sebab prinsip orang Jawa, tiji tibeh, mati siji mati kabeh," ujarnya.

Namun demikian, Salim menilai langkah Habibie yang tak ikut mundur ketika itu tepat. Menurut dia, Habibie, yang merupakan produk pendidikan Barat, sangat memahami dan berpatokan pada UUD '45.

"Dia (Habibie) orang didikan Barat, konstitusional, 'saya Wakil Presiden, kalau Presiden mundur, saya ambil alih, bagaimana kalau saya mundur juga?' Tidak salah Habibie. Tapi dari mata Soeharto, yang berpikir secara Jawa, (dipandang pengkhianat) seperti itu," jelasnya.

Ketika sakit bahkan hingga jelang tutup usia, Presiden RI ke-2 Soeharto tak mau lagi bertemu BJ Habibie.
Ketika sakit bahkan hingga jelang tutup usia, Presiden RI ke-2 Soeharto tak mau lagi bertemu BJ Habibie. (ist)

Dewan Pakar The Habibie Center Indria Samego menyebut hubungan Habibie dan Soeharto yang memburuk usai peralihan kekuasaan tak terlepas dari opsi politik saat itu.

Dirinya bahkan sempat menyampaikan saran kepada Habibie untuk menjaga jarak dengan Soeharto yang merupakan representasi rezim Orde Baru. Terlebih, saat itu Habibie mengusung misi reformasi.

"Pak Habibie itu diminta orang harus bisa memutuskan kesan pengaruh-pengaruh Pak Harto. Pak Habibie kan ngomong [bahwa] Pak Harto profesor politik saya," kata dia.

Baca: Live Streaming Watford vs Arsenal Live Bein Sports 1, Leganes vs Real Madrid, Atalanta vs Empoli

Harmoko Tak Membesuk

Ajudan Soeharto, I Gusti Nyoman Suweden, menyebut hanya mantan Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursyid yang masih sering bertemu Soeharto sejak lengser.

"Sampai beliau lengser dari presiden, sudah tidak ada lagi yang datang kecuali Pak Saadilah Mursyid," kata Suweden, kepada CNNIndonesia.com.

Suweden merupakan sosok yang selalu mendampingi Soeharto hingga ia dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan menghembuskan nafas terakhirnya, 27 Januari 2008.

Suweden mengklaim tak melihat Harmoko datang ke RSPP ketika itu. Sementara, Habibie, bersama isterinya Ainun Habibie, yang langsung datang dari Jerman, datang ke RSPP namun tak diperkenankan masuk ke dalam kamar.

"Pak Habibie pun datang tapi enggak bolek masuk kamar. Waktu itu cukup di luar. Kan ada ruang tamu, tempat wartawan juga ada. Tapi yang masuk ke kamar rawat tidak ada. Hanya saya dan keluarga, Mbak Tutut, Mbak Titiek, Mas Bambang, Mas Sigit, semuanya lah," ujarnya.

CNNIndonesia.com telah mencoba meminta wawancara dengan Harmoko. Namun, pihak keluarga, dengan mempertimbangkan kesehatan dan usia Harmoko yang sudah 83 tahun, tak bersedia.

Harmoko saat itu juga tengah menjalani terapi pemulihan kesehatannya.

Baca dari Sumber Aslinya

Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved