Karyawan Tak Nyoblos di Pemilu Karena Kerja, Ini Ancaman Sanksi Wali Kota Jambi Pada Pemilik Usaha

Dimulai dari Pal VIII Kota Jambi melewati Pal X, dan Makobrimob hingga ke Kotabaru, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mencopot belasan APK.

Karyawan Tak Nyoblos di Pemilu Karena Kerja, Ini Ancaman Sanksi Wali Kota Jambi Pada Pemilik Usaha
Tribunjambi/Rohmayana
Wali Kota Jambi, Fasha ikut menertibkan APK yang belum dicopot di masa tenang. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Dimulai dari Pal VIII Kota Jambi melewati Pal X, dan Makobrimob hingga ke Kotabaru, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mencopot belasan APK, Senin (15/4).

Dari pantauan Tribunjambi.com Wali Kota Jambi mengkomandoi pencopotan APK yang didampingi oleh kepala Satpol PP Kota Jambi Yan Ismar dan anggota Satpol PP Kota Jambi.

Setidaknya ada belasan APK yang dicopot di sepanjang jalan area Pal X Kota Jambi. Mulai dari APK caleg DPRD kota, Provinsi, hingga DPD, DPR RI, dan partai politik.

Dikatakan Wali Kota Jambi Syarif Fasha bahwa sejak 14 April lalu sudah memasuki minggu tenang. Sehingga baik pihak camat, lurah, Satpol PP, perkim dan KPU sudah menurunkan 3 mobil crane untuk mencopot APK yang masih terpasang.

"Saat memimpin pencopotan APK saya melihat sendiri masih banyak APK yang masih terpasang, dan ada juga yang sudah dilepas namun masih berserakan di jalan," katanya.

Baca: Seminggu Tak Kunjung Ditambal, Lubang Perbaikan Jalan di Kerinci Makan Korban

Baca: Ketahuan Kampnye di Masa Tenang Pemilu 2019, Bawaslu Batanghari Ancam Diskualifikasi Caleg

Baca: Dua Hari Masa Tenang, Bawaslu Batanghari Cabut 1.000 APK Jelang Pemilu 2019

Baca: Curah Hujan Tinggi, Peternak di Bungo Diimbau Waspadai Virus, Ini Kata Dinas Peternakan Bungo

Baca: VIDEO: Empat Hari Hanyut di Sungai Batang Tebo Zahra Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kondisi Jasadnya

Dirinya juga mengimbau untuk seluruh parpol, caleg, agar melepas baliho dan APK yang masih terpasang.

Sementara terkait dengan surat edaran yakni libur pada saat pelaksanaan pemilu, Fasha mengimbau agar pelaku usaha memberikan libur atau izin kepada karyawan yang akan mencoblos. Apabila didapat karyawan ada yang belum mencoblos maka pihak perusahaan atau toko akan diberi sanksi.

"Bisa kita lakukan hingga pencabutan izin usaha," katanya.

Disebutkan Fasha akan ada tim satgas yakni Trantib di kelurahan dan kecamatan yang akan Patroli ke semua Toko. "Nanti dilihat dari tangannya apa karyawan sudah mencoblos atau belum," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved