Mayat Dalam Koper

Isi Curhat Aris Sugianto Sebut Cinta Tak Terbalas, Ditolak! Ini Alasan Pelaku Mutilasi Budi Hartanto

Cinta tak sampai Aris Sugianto diduga yang melatarbelakangi dirinya nekat kemudian menghabisi nyawa guru honorer Budi Hartanto sampai memutilasinya

Isi Curhat Aris Sugianto Sebut Cinta Tak Terbalas, Ditolak! Ini Alasan Pelaku Mutilasi Budi Hartanto
Kolase
Budi Hartanto korban pembunuhan mutilasi dan Aris Sugianto tersangka pelaku pembunuhan 

Di hadapan N, Aris meminta maaf karena telah menjual kopernya seharga Rp 200 ribu untuk modalnya berjualan nasi goreng.

Memang benar, Aris membuka usaha nasi goreng di Desa Sambi, Ringinrejo, Kabupaten Kediri, tak lama membunuh Budi Hartanto.

Rumah salah satu pelaku pembunuhan guru honorer asal Mojoroto, Kota Kediri, di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jumat (12/4/2019)
Rumah salah satu pelaku pembunuhan guru honorer asal Mojoroto, Kota Kediri, di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jumat (12/4/2019) (surya.co.id/samsul hadi)

"Bu, saya minta maaf kopernya saya jual laku Rp 200 ribu. Saya buat tambahan modal," ujar Aris menggunakan bahasa Jawa seperti ditirukan N.

Sebelum tubuhnya dibuang di Blitar, ponsel Budi Hartanto masih terdeteksi di Kediri sampai pukul 04.00 WIB.

Masih di hari yang sama, N melihat anak kedua dari tiga bersaudara itu membakar pakaian di depan rumah pukul 07.00 WIB.

N tak tahu pakaian siapa yang dibakar Aris, namun muncul dugaan milik Budi Hartanto.

Dua hari kemudian, kabar penemuan mayat tanpa kepala dan busana di bawah jembatan Karanggondang sampai ke telinga N.

Perasaan tak enak menghantui N apalagi setelah diperlihatkan oleh seseorang foto koper yang di dalamnya ada jasad Budi Hartanto.

"Dalam hati saya bilang, 'Itu koper milik saya.' Tapi saya belum sadar soal itu karena anak saya bilang kopernya dijual," lanjut N.

Belakangan ini, diakui N, Aris kerap berkata kasar termasuk kepadanya.

Di rumah N, Aris kerap mengumpulkan teman-teman prianya diduga satu komunitas pria kemayu dan tertawa keras seenaknya.

N tidak tahu apakah teman-teman pria Aris satu di antaranya adalah Ajis Prakoso yang ikut membunuh Budi Hartanto.

Aris Sugianto (kiri) dan Ajis Prakoso (kanan), dua pelaku pembunuhan Budi Hartanto (28), guru honorer Kota Kediri yang tubuhnya dimutilasi, digelandang ke Polda Jatim, Jumat (12/4/2019).
Aris Sugianto (kiri) dan Ajis Prakoso (kanan), dua pelaku pembunuhan Budi Hartanto (28), guru honorer Kota Kediri yang tubuhnya dimutilasi, digelandang ke Polda Jatim, Jumat (12/4/2019). (Surya/Luhur Pambudi)

Asmara korban dan pelaku versi polisi

Polisi mengungkap fakta bahwa korban Budi Hartanto punya hubungan spesial dengan dua pelakunya, yakni Aris dan Ajis.

Dua hari setelah jasad guru seni tari itu ditemukan, polisi menyempitkan motif kasus pembunuhan ini bukan karena faktor ekonomi tapi asmara.

Pertimbangan ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang menyebut Budi Hartanto bergabung di komunitas pria yang memiliki kecenderungan seksual berbeda.

Polisi jauh hari sudah menduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi bukan satu tapi dua orang dan mereka teman atau orang dekat korban.

Kehidupan sosial Budi Hartanto diketahui berdasarkan penurutan 11 dari 14 saksi yang dimintai keterangan dan mereka adalah teman-teman korban.

"Sementara tiga saksi dari Blitar itu yang menemukan jasad korban di lokasi," ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Sabtu (6/4/2019).

Motif asmara di balik kasus ini semakin terungkap dan terang setelah polisi menangkap kedua pelaku.

Aris ditangkap polisi di Tol Dalam Kota Jakarta di dalam bus Puspa Jaya tujuan Bandar Lampung dan Ajip ditangkap di Kediri, sembilan hari pascapenemuan jasad korban.

"Sejak awal pelaku sangat mengenal korban. Keduanya diduga memiliki hubungan spesial dengan korban," ucap Barung di Polda Jatim, Jumat (12/4/2019).

"Kami membaca ada hubungan asmara antara pelaku dan korban," ia menambahkan.

Anggota Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya mencegat bus Puspa Indah yang ditumpangi terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi di Tol Dalam Kota, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).
Anggota Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya mencegat bus Puspa Jaya yang ditumpangi Aris Sugianto, terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi di Tol Dalam Kota, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019). (Dokumentasi PJR Polda Metro Jaya)

Barung enggan membeberkan kisah asmara korban dan dua pelaku Aris dan Ajis.

Namun, ia hanya memastikan Aris dan Ajis merupakan teman dekat Budi Hartanto dalam sebuah komunitas yang sama.

"Bahkan (korban dan 2 pelaku) pernah memiliki hubungan spesifik dengan orientasi pada komunitas tertentu," terang Barung.

Sedikit informasi yang Barung bocorkan, jika korban sering berganti pasangan, "Almarhum banyak pacarnya."

Seperti korban, Aris menurut penurutan warga di dekat rumah orangtuanya, agak kemayu dan diketahui dari cara jalannya. (TribunJakarta.com/Surya/Tribun Jatim)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Cinta Aris Sugianto Ditolak Guru Honorer Korban Mutilasi? Ini Ungkapannya di Facebook

Editor: bandot
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved