Komoditas Energi Primer dan Komoditas Kelapa Sawit Dorong Kinerja Sektor Unggulan Daerah

Komoditas Energi Primer dan Komoditas Kelapa Sawit Dorong Kinerja Sektor Unggulan Daerah

Komoditas Energi Primer dan Komoditas Kelapa Sawit Dorong Kinerja Sektor Unggulan Daerah
kompas.com
Petani menaikkan tandan buah segar kelapa sawit ke atas truk 

Komoditas Energi Primer dan Komoditas Kelapa Sawit Dorong Kinerja Sektor Unggulan Daerah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perkembangan komoditas energi primer dan komoditas kelapa sawit yang cukup baik pada akhir 2018 atau Triwulan IV 2018 mampu mendorong kinerja sektor unggulan daerah tercermin dari pertumbuhan kredit debitur korporasi yang signifikan dibandingkan pada triwulan III 2018.

Kondisi tersebut sejalan dengan adanya kenaikan aktivitas produksi korporasi didorong oleh kenaikan permintaan pasar. Namun pelemahan harga komoditas pertanian dunia turunnya harga jual serta meningkatnya biaya faktor produksi mengakibatkan perolehan margin usaha relatif terbatas.

Baca: Indonesia Bakal Boikot Produk Uni Eropa Bila Masih Ngotot Diskriminasi Minyak Kelapa Sawit Tanah Air

Baca: Saat Ahok BTP Gunakan Hak Suaranya di Tokyo, Malah Terjadi Kericuhan di TPS, Ini Kronologinya

Baca: Usai Pilpres 2019, Apapun Hasilnya, AHY Diprediksi Bakal Jadi Lawan Berat Prabowo di Pilpres 2024

Bayu Martanto, kepala kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Jambi mengatakan dari sisi investasi korporasi terpantau masih melakukan investasi namun relatif terbatas karena harga jual yang dinilai pelaku usaha belum kembali ke titik optimal. Tingkat kapasitas utilisasi yang tersedia saat ini dinilai pelaku usaha cukup memadai untuk memenuhi permintaan.

"Untuk menjaga kinerja keuangan korporasi menempuh sejumlah kebijakan antara lain dengan optimalisasi aset yang dimiliki dan meningkatkan efisiensi biaya produksi dalam rangka mengantisipasi kenaikan biaya produksi dan fluktuasi harga jual produk," ujarnya.

Kinerja korporasi di provinsi Jambi terutama dipengaruhi oleh perkembangan permintaan dan harga komoditas pertanian terutama karet dan kelapa sawit serta komoditas pertambangan batubara dan mengingat 50 persen pertumbuhan ekonomi daerah bersumber dari kedua sektor tersebut.

Menguatnya permintaan terhadap produk berbasis kelapa sawit pada akhir 2018 yang dipicu oleh peningkatan konsumsi minyak nabati makanan serta kebutuhan bahan baku biodiesel berdampak terhadap pertumbuhan kredit korporasi khususnya sektor industri pengolahan dan sektor pertanian. Tren positif permintaan dan harga komoditas Migas dan batubara juga mendorong pertumbuhan kredit korporasi di sektor pertambangan.

Baca: Dibongkar Paksa, Masih Banyak APK Capres dan Caleg di Sarolangun yang Terpampang

Baca: Nonton Live Streaming MotoGP Amerika 2019, Dini Hari Ini Siaran Langsung di Trans7

Baca: Setoran Pajak Restoran di Batanghari Baru Masuk Rp 182 Jutaan, Jalin Kerjasama dengan Bank Jambi

"Permintaan eksternal dan domestik yang cukup baik pada akhir tahun 2018 mampu menjaga pertumbuhan dan kualitas kredit korporasi," kata Bayu.

Sementara itu melihat eksposur perbankan pada sektor korporasi dapat dilihat dari kredit korporasi yang disalurkan di provinsi Jambi pada triwulan IV 2018 lalu tercatat sebesar Rp 13,67 triliun atau tumbuh 21,54 persen lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2018 yang tumbuh 9,65 persen.

"Meningkatnya penyaluran kredit korporasi didukung oleh perbaikan kegiatan usaha optimisme terhadap perekonomian domestik yang diyakini pelaku usaha terus membaik dan kemudahan dalam mengakses pembiayaan," jelasnya.

Baca: PTUN Menangkan Gugatan Syaihu Cs, KPU Sarolangun Akan Proses Putusan PTUN Sesuai Undang-undang

Baca: Link Live Streaming Super Big Match, Liverpool vs Chelsea Malam Ini, Pukul 22.00 WIB, Live di RCTI

Baca: Hujan Deras dan Angin Kencang, Bikin Atap Rumah Warga Terbang Kejalan

Suku bunga tertimbang rata-rata untuk nasabah korporasi terpantau mengalami kenaikan dari 10,59 persen pada triwulan III 2018 menjadi 10,83 persen di triwulan IV 2018 sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia namun kenaikan bunga belum mempengaruhi permintaan kredit korporasi.

Peningkatan kredit korporasi terjadi pada hampir seluruh sektor unggulan daerah kecuali perdagangan pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor industri pengolahan sebesar 53,90 persen dibandingkan triwulan III 2018 yang tumbuh 8,64 persen. Ini sejalan dengan pertumbuhan sektor industri pengolahan pada triwulan IV2018.

Baca: Update terbaru Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala, Ternyata Begini Isi Facebook Pelaku, Dokter Cinta

Baca: Hasil Survei 4 Lembaga Survei Elektabilitas Terbaru Capres Jokowi dan Prabowo, Siapa yang Unggul?

Baca: Facebook, Whatsapp, dan Instagram Error! Gangguan Terjadi Hampir di Seluruh Dunia

"Berdasarkan pangsanya, kredit korporasi triwulan 4 tahun 2018 lalu masih didominasi oleh empat sektor utama yakni sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran dan sektor pertambangan," sebutnya.

Berdasarkan jenis penggunaan pada triwulan IV 2018 kredit korporasi sebagian besar masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sebesar Rp 7,54 triliun sementara kredit untuk investasi tercatat sebesar Rp 6,12 triliun.

Komoditas Energi Primer dan Komoditas Kelapa Sawit Dorong Kinerja Sektor Unggulan Daerah (Fitri Amalia/Tribun Jambi)

Penulis: fitri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved