Kasus Bullying Butuh Ketegasan, Begini Pendapat Lulu Laudza Duta Muslimah Jambi

Masih banyak yang beranggapan bahwa intimidasi dari kakak tingkat pada juniornya dianggap sebagai sebuah tradisi.

Kasus Bullying Butuh Ketegasan, Begini Pendapat Lulu Laudza Duta Muslimah Jambi
Tribunjambi/Aldino
Lulu Laudza 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Masih banyak yang beranggapan bahwa intimidasi dari kakak tingkat pada juniornya, atau sesama teman dianggap sebagai sebagai hal biasa. Dan banyak orang abai melihatnya.

Sudah saatnya kita mengubah pandangan tersebut. Kurikulum sekolah semestinya mengandung unsur pengembangan sikap prososial serta guru memberikan penguatan pada penerapan dalam kehidupan di sekolah.

Sebaiknya pula sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antar siswa, sekolah, orang tua dan memberikan sanksi tegas terhadap tindak perundungan.

Mengenai perundungan ini RU II Duta Muslimah Preneur Jambi 2019, Lulu Laudza berpendapat kasus perundungan ini memang bukan hanya sekali terjadi namun kasus yang terus berulang seolah menjadi tradisi.

“Yang terungkap mungkin banyak tapi yang tidak terungkap pun juga banyak. Bullying juga pengaruh dari didikan keluarga dan dibutuhkan ketegasan baik dari pihak keluarga maupun sekolah. Karena banyak kasus terjadi di sekolah,” ungkapnya.

Baca: VIDEO: Kedai Daun Bakung, Tempat Nyaman untuk Nongkrong dan Ngopi Semua Usia

Baca: Tak Hanya Pintar Meracik Minuman, Ini Keahlian yang Harus Dimiliki Seorang Bartender

Baca: Dua Konsep Menu di Kedai Daun Bakung, Beda Jam Beda Suguhan, Malam Jadi Ajang Kongkow

Baca: Coba Masakan Rumahan di Kedai Daun Bakung, Ada Tempoyak, Pindang, dan Kerutup

Baca: Kabar Terbaru Audrey Pasca Keluar Dari Rumah Sakit, Keluarga Tolak Hasil Visum

Beberapa upaya jika terjadi perundungan di depan mata menurutnya bisa berusaha bersikap bijak menyelesaikan masalah. Bisa juga dengan melakukan laporan kepada pihak berwajib atau kepada orang tuanya.

Menyikapi pelaku perundungan ia berpendapat sebagai masyarakat juga harus bijak menyikapi suatu kasus perundungan.

“Hanya karena seseorang terbukti melakukan perundungan bukan berarti kita punya hak untuk melakukan hujatan kepada pelaku. Lantas apa bedanya kita dengan pelaku perundungan,” ujarnya.

Dalam keseharian ia berpesan agar tetaplah berbuat baik. Mungkin meskipun kita berbuat baik akan selalu ada orang yang tidak suka. Sebagai manusia kita memang diciptakan tidak sempurna, pasti selalu ada celah yang membuat orang tidak suka. Namun bukan berarti kita berhenti berbuat baik. 

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved