Berita Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Khawatir Keberadaan Buaya, Warga Teluk Dawan Minta Pemerintah Bangun Penangkaran Buaya

Khawatir Keberadaan Buaya, Warga Teluk Dawan Minta Pemerintah Bangun Penangkaran Buaya

Khawatir Keberadaan Buaya, Warga Teluk Dawan Minta Pemerintah Bangun Penangkaran Buaya
tribunjambi/Abdullah Usman
Pemukiman warga di Teluk Dawan 

Khawatir Keberadaan Buaya, Warga Teluk Dawan Minta Pemerintah Bangun Penangkaran Buaya

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tercatat lima kasus serangan buaya muara sejak tahun 2009-2018 terjadi di Kelurahan Teluk Dawan. Dimana dari lima kasus tersebut dua diantaranya korban meninggal dunia.

Kasus penyerangan hewan buas tersebut kebanyakan terjadi menyerang warga yang beraktivitas di pinggiran sungai teluk Dawan, baik yang sedang BAB, maupun aktivitas lainnya bahkan yang hanya menyiram bunga.

Hal tersebut dibenarkan Usman, Ketua RT 4 Kelurahan Teluk Dawan. Menurut Usman, buaya muara cukup banyak di sepanjang sungai Teluk Dawan. Persoalannya kata Usman, saat ini warga mulai khawatir dan cemas dengan kerap munculnya buaya-buaya tersebut di sekitar rumah warga.

Baca: Keganasan Buaya Muara, di Teluk Dawan, Tanjab Timur, 10 Tahun Terakhir Sudah Makan 5 Korban

Baca: PENAMPAKAN Buaya Muncul Dari Sungai, Nyaris Masuk Rumah Warga, di Duga dari Tanjung Jabung Timur.

Baca: Kecelakaan di Sarolangun, Mobil Bok vs Suzuki Swift Adu Kambing 1 Orang Meninggal

Mengingat banyak aktivitas warga berada di sekitar aliran sungai, baik untuk sekedar berkebun dan ke sawah. Yang lebih mengkhawatirkan lagi buaya yang kerap muncul tersebut memiliki ukuran cukup besar.

"Kalau yang sering muncul itu kebanyakan ukuran di atas 3 meteran,” jelasnya.

Pada tahun 2018 lalu bilang Usman, tepatnya Juli, anaknya sempat menjadi korban penyerangan hewan buas tersebut. Saat itu anaknya yang berusia 11 tahun, pernah diserang dan ditarik buaya saat malam hari. Beruntung dapat diselamatkan dan sempat menyisakan trauma.

Buaya yang ditangkap warga di perairan Sungai Timun, daerah Tanjab Timur
Buaya yang ditangkap warga di perairan Sungai Timun, daerah Tanjab Timur (TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI)

Diungkapkan Usman, buaya rawa tersebut akan terlihat ganas ketika pukul 17.00 WIB hingga dini hari. Pada jam-jam tersebut kata dia, menjadi waktu rawan bagi masyarakat untuk mendekati kawasan perairan terutama saat air pasang.

"Keberadaan buaya saat ini sudah sangat menghantui bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Beberapa langkah pemerintah sudah pernah dilakukan, bahkan sejak beberapa kejadian tersebut sudah ada buaya yang ditangkap. Tapi, untuk menangkap atau memindahkan buaya secara massal, masih terkendala tempat penangkaran.

Baca: SOEHARTO, Jenderal Sangat Dipercaya Bung Karno, Meski Suka Bertindak di Luar Komando

Baca: Video Suami Gendong Istri yang Hamil 8 Bulan saat Banjir, Viral di Instagram

Baca: Jadwal Liga Champions Ajax vs Juventus Babak Perempat Final Leg 1 Lve Streaming TSB Kick Off 02.00

Pernah desa mengusulkan pembuatan penangkaran buaya ke Pemda untuk ditindak lanjuti ke pusat, pada tahun 2017 lalu. Padahal untuk lahannya kata Usman, sudah ada tidak jauh dari lokasi sekarang yang statusnya hak pakai pemerintah untuk desa atau daerah. Namun, hingga saat ini untuk tindak lanjutnya belum ada.

"Harapan masyarakat segera ada tindakan dari pemda, jangan sampai terjadi korban selanjutnya. Mungkin kita meminta pembangunan penangkaran buaya bisa direalisasikan,” harapnya.

Khawatir Keberadaan Buaya, Warga Teluk Dawan Minta Pemerintah Bangun Penangkaran Buaya (Abdullah Usman/Tribun Jambi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved