Hindari Fitnah, Fasha Minta Stop Pemberian Pelajaran Tambahan di Sekolah

Menyikapi banyaknya pemberitaan di media beberapa hari terakhir, mengenai adanya pungutan liar di sekolah negeri, membuat Wali Kota Jambi gerah.

Hindari Fitnah, Fasha Minta Stop Pemberian Pelajaran Tambahan di Sekolah
Humas Kota Jambi
Fasha serahkan SK CPNS di Tempat Pembungan Akhir Talang Gulo, Rabu (11/4/2019) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Menyikapi banyaknya pemberitaan di media beberapa hari terakhir, mengenai adanya pungutan liar di sekolah negeri, membuat Wali Kota Jambi gerah. Oleh karena itu dirinya meminta seluruh sekolah yang menghapus kebijakan tersebut.

"Modusnya dengan memberikan pelajaran tambahan boleh karena itu saya ini saksikan kepada diknas tidak boleh lagi sekolah memberikan pelajaran tambahan di luar jam yang sudah ditentukan," kata Fasha, Rabu (10/4).

Dia menambahkan, jika pihak guru maupun sekolah mau memberikan pelajaran tambahan bisa dilakukan di rumah siswa masing-masing.

"Kalau misalnya orang tua siswa menginginkan adanya pelajaran tambahan maka bisa dilakukan melalui komite tapi jangan di sekolah," ujarnya.

Hal ini kata Fasha untuk menghindarkan fitnah-fitnah yang selama ini dilontarkan terhadap guru-guru yang sudah secara ikhlas meluangkan waktu untuk memberikan pelajaran tambahan.

"Maka untuk itu, menghindari fitnah maka jangan lagi dilakukan di sekolah," katanya.

Baca: Sudah 20 Tahun Berjalan, SMPN 7 Siap Hentikan Program Belajar Tambahan Jika Pungutan Biaya Dilarang

Baca: Kabar Gembira, Wali Kota Jambi Syarif Fasha Janjikan Tahun Depan Gaji Satpol PP Naik

Baca: Kabar Gembira, Wali Kota Jambi Syarif Fasha Janjikan Tahun Depan Gaji Satpol PP Naik

Baca: Kasus Korupsi Dana Bimtek DPRD Kota Jambi, Terdakwa Nur Ikhwan Bantah Soal Temuan Uang Rp 3 Miliar

Baca: Bangunan Baru Ditemukan di Komplek Candi Kedaton Muarojambi, Tim Arkeologi Masih Lakukan Penelitian

Baca: Simulasi Aplikasi Situng, KPU Kota Jambi Bingung Belasan Akun Operator Ditolak

Pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada inspektorat untuk melakukan pemeriksaan di seluruh sekolah di Kota Jambi. "Tidak hanya di SMPN 7, tapi di semua sekolah. Karena ada indikasi sekolah lain juga melakukan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan itu nantinya akan dilihat apakah uang yang dibayarkan siswa tersebut mengalir ke pejabat-pejabat seperti kepala sekolah dan lainnya, Jika hal itu terjadi maka yang bersangkutan harus mengembalikan uang tersebut.

"Kalau dia tidak berjasa, tidak memberikan pelajaran tambahan, tapi mendapatkan uang, maka yang bersangkutan harus mengembalikan uang itu. Tapi kalau uang itu diberikan kepada guru yang mengajar maka itu sah-sah saja," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved