Kasus ISPA di Desa Pompa Air Batanghari Naik Tiga Kali Lipat Akibat Illegal Drilling

Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, kembali turun ke lokasi Illegal Drilling atau penambang minyal tak berizin di Desa Pompa Air.

Kasus ISPA di Desa Pompa Air Batanghari Naik Tiga Kali Lipat Akibat Illegal Drilling
Antaranews
ispa

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, kembali turun ke lokasi Illegal Drilling atau penambang minyal tak berizin di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, belum lama ini.

Tujuannya tak lain adalah melakukan kajian kesehatan lingkungan. Hasil dari kajian itu, ternyata angka Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA melonjak jauh dari 2017 ke 2018.

"Angka ISPA untuk di Desa Pompa Air itu naik tiga kali lipat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr Elvi Yennie, Senin (8/4).

Tak hanya angka ISPA, Elvi juga menyebutkan, angka kesehatan kulit juga meningkat untuk masyarakat. Apa lagi ditingkat pekerja yang langsung berkontak. Karena mereka para pekerja terpapar langsung dengan minyak  hasil pengeboran tanpa memakai pelindung

"Namanya saja ilegal kan, semuanya tidak pakai pelindung dan tak sesuai standarnya. Yang jelas itu bahaya," sebutnya.

Baca: Bupati Masnah Sebut Dinas PU Muarojambi Tak Miliki Data Jalan Rusak, Yultasmi Langsung Angkat Bicara

Baca: Arab Saudi Terapkan Aturan Baru, Perekaman Biometerik 1.300 Calon Jamaah Haji Jambi Dikebut

Baca: Dibantu Bank Jerman Rp 225 Miliar, Pembangunan TPA di Kota Jambi Baru 11 Persen

Baca: Ditinggal Jualan di Pasar, Rumah Erlinawati di Sungai Penuh Ludes Terbakar

Baca: Hasil Uji Labor Danau Kerinci Mengandung Merkuri, Sekda Kerinci Minta Uji Ulang

Dari hasil pemeriksaan lainnya adalah masyarakat sekitar tidak bisa lagi mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena sumber air mereka sudah tercemar oleh minyak hasil tambang tersebut.

"Ditambah pencemaran udara seperti banyaknya debu dan pencemaran suara dari mesin penambang. Sanitasi juga sudah tak layak lagi. Karena sudah diambang batas," jelasnya.

Menurutnya, yang terlihat sekarang adalah dampak kesehatan jangka pendek dari penambangan minyak ilegal. Untuk jangka panjangnya bisa terkena kanker.

"Intinya dengan beberapa kali melakukan kajian kesehatan lingkungan di desa tersebut bahwa lingkungan di sana sudah mengancam kesehatan," pungkasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved