Dinas Kesehatan Jambi Siapkan 1000 Vaksin Anti Rabies Meski Kasus Minim

Rabies di Provinsi Jambi terbilang minim dan belum pernah terjadi kejadian luar biasa.

Dinas Kesehatan Jambi Siapkan 1000 Vaksin Anti Rabies Meski Kasus Minim
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinkes Provinsi Jambi, Samsiran Halim. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBIRabies di Provinsi Jambi terbilang minim dan belum pernah terjadi kejadian luar biasa.

Menilik catatan Dinas Kesehatan yang menyebut jumlah hewan yang terkena rabies, ataupun kasus rabies akibat gigitan hewan pada manusia tak lebih dari hitungan jari.

Namun pihak Dinas Kesehatan tetap melakukan antisipasi dengan menyiapkan 1000 vaksin untuk tahun ini.

Kepala Dinkes Provinsi Jambi Samsiran Halim, saat diwawancarai Tribunjambi.com, Sabtu (6/4) mengatakan kasus rabies di Jambi sangat minim.

"Di Jambi saat ini kasus rabies nggak begitu marak terjadi. Tetap ada kasusnya ditiap tahun cuma kalau 1 atau 2 kasus biasanya masyarakat tidak melapor, kecuali kalau kasusnya besar," ujarnya.

Baca: VIDEO: Senam Tribun Vaganza, Jadi Sehat dan Rebut Hadiah Belanja Gratis Rp 1,5 Juta

Baca: Terima DAK Rp 1,3 Miliar, Pemkot Jambi Bakal Tambah Fasilitas Pasar Induk Talang Gulo

Baca: Mengecilkan Perut dengan Cepat Justru Bukan di Tempat Fitnes Tapi di Dapur

Baca: VIDEO: Bazar Charity untuk Kegiatan Sosial dari Jual Pakaian, Jilbab, hingga Pernak-pernik

Baca: Owner Evolve Gym Jambi, Berikan Cara Latihan untuk Naikkan Massa Otot

Dikatakannnya, hewan-hewan yang bisa menularkan rabies sebenarnya bukan hanya anjing, tetapi kera dan kucing bisa menularkan virusnya. “Biasanya melalui gigitan hewan yang terpapar rabies, jilatan atau cakaran hewan tersebut,” ujarnya.

Sementara untuk stok vaksin anti rabies (VAR) sendiri, Samsiran menyebut pengadaannya dibantu oleh pusat. "Kalau misal habis, kita langsung minta dan kami tetap menyediakan stok. Nah untuk tahun 2019 ini ada 1000 bantuan vaksin ditambah dengan sisa dari stok tahun lalu yang belum terpakai," sebutnya.

Sisa stok VAR yang tidak terpakai tersebut, menurutnya karena minimnya permintaan vaksin dari masyarakat. "Biasanya kalau VAR di kabupaten kurang, mereka akan minta rutin ke Provinsi. Tapi sekarang untuk stok masih ada," sampainya.

Samsiran juga mengatakan tidak semua anjing yang menggigit itu terkena rabies. "Tidak semua anjing liar mengakibatkan rabies, apabila ada anjing atau hewan menggigit lainnya diobservasi dalam jangka sebulan tidak mati berarti bukan hewan rabies," terangnya.

Namun kalau tak sengaja mengalami luka gigitan, ia menghimbau untuk segera cuci luka gigitan dengan sabun selama 15 menit. Cara ini merupakan hal yang sangat penting untuk membunuh virus rabies yang berada di sekitar luka gigitan.

"Selanjutnya beri antiseptik hingga pemberian VAR dan Serum Anti Rabies (SAR)," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved