Berita Sarolangun

Pembakaran Camp PT Samhutani di Jambi, Bupati Sarolangun Cek Endra Sebut Polres Turun Menyelidiki

Bupati sarolangun, Cek Endra merespon atas kejadian pembakaran Camp milik perusahaan PT. Samhutani oleh masyarakat

Pembakaran Camp PT Samhutani di Jambi, Bupati Sarolangun Cek Endra Sebut Polres Turun Menyelidiki
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Camp PT Samhutani dibakar massa 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Bupati sarolangun, Cek Endra merespon atas kejadian pembakaran Camp milik perusahaan PT. Samhutani oleh masyarakat dari berbagai desa kecamatan Sarolangun.

Kata bupati, Sekarang sudah dilakukan penyelidikan dan pendalaman oleh pihak Polres Sarolangun, siapa -siapa saja pelaku pembakaran itu.

"Kita tunggu informasi selanjutnya," katanya, kamis (4/4)

Katanya, masyarakat jangan membuat kegaduhan karena kita sedang melaksanakan event nasional yaitu pemilu.

"Permasalahan ini sedang dalam proses untuk penyelesaian," ujarnya

Lanjut bupati, bahwa hari ini rencananya ada dilakukan rapat di Provinsi terkait permasalahan itu, tetapi masyarakat sepertinya tidak sabar menunggu hasil mediasi dengan pihak perusahaan.

Baca: Jangan Remehkan Tempe, Deretan Manfaat Ajaib Tempe, Mulai Cegah Osteoporosis hingga Tangkal Kanker

Baca: Video 3D Sirkuit Mandalika, Lombok Diunggah Pihak MotoGP, Seperti Apa Penampakannya?

Baca: Fakta-fakta Game of Thrones Season 8, Ending Bakal Penuh Air Mata, dan Jadi Kejutan Bagi Penggemar

Baca: Sedang Berlangsung - Live Streaming Malaysia Open 2019, Jonatan Christie & Ahsan/Hendra Sudah Menang

"Tiba-tiba langsung dilakukan penyerangan pembakaran Camp seperti itu, Ini tentu tidak bijak, apalagi suasana saat ini jelang pemilu," ujarnya.

Bupati Sarolangun, H Cek Endra
Bupati Sarolangun, H Cek Endra (Tribunjambi/Wahyu)

Ia berharap kepada masyarakat agar masyaraakt tetap tenang, serahkan urusan ini pada tim,

"Kita sudah memfasilitasi melalui provinsi untuk menyeselesaikan masalah ini," katanya

Bupati mengakui bahwa memang sebenarnya konflik warga antara perusahaan ini sudah lama terjadi, tetapi bupati juga mengakui bahwa baru membentuk tim untuk penyelesaian dalam waktu enam bulan terkahir ini bersama pihak masyarakat dan perusahaan.

"Terakhir ini dan mereka (masyarakat) ikut rapat, dan perusahan, pemda sudah mencari solusi. Saya tidak tahu kenapa tidak sabar dan langsung terjadi pembakaran," katanya

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved