Editorial

Jangan Pelihara Dendam

Kasus pembunuhan hari-hari ini semakin sering kita temui. Dengan beragam motif. Bahkan tak peduli antara pelaku dan korban memiliki hubungan darah at

Jangan Pelihara Dendam
Tribunjambi/Samsul Bahri
Diduga pelaku penusukan imam masjid di Kasang Kumpeh, diamankan polisi 

PERISTIWA pembunuhan terhadap Abdul Fattah warga Kasang Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi pada Selasa malam menggegerkan warga.

Abdul Fattah yang juga dikenal sebagai imam masjid ini dibunuh dengan cara ditikam oleh tetangganya sendiri di bagian leher. Akibatnya Abdul Fattah tewas karena luka yang dideritanya.

Mirisnya pelaku pembunuhan merupakan tetangganya sendiri, pria yang sehari-hari akrab berinteraksi dengan keluarga korban.

Beruntung istri korban yang berada di lokasi kejadian luput dari serangan pelaku, pasalnya setelah menikam korban, pelaku juga mengincar istri Abdul Fattah.

Dari penyelidikan dan keterangan yang disampaikan polisi, pelaku memang sengaja membunuh korban.

Ini setelah mendengarkan pengakuan dari pelaku yang menyebutkan membawa pisau ke rumah korban kemudian menikamnya di bagian leher.

Motif sementara yang berhasil digali oleh polisi, pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena tersinggung sering diceramahi oleh korban.

Dendam dan tak terima sering diceramahi, pelaku lalu nekat menghabisi nyawanya.

baca juga

Baca: Imam Masjid di Muaro Jambi Tewas Ditikam, Kabar Pelaku Gangguan Jiwa, Ternyata Karena Sakit Hati!

Baca: Pembunuh Imam Masjid di Kasang Kumpeh, Sempat Peluk Korban, Sebelum Mencoba Membacok Istri Korban

Baca: Pembunuhan Imam Masjid di Kasang Kumpeh, SB Tusuk Leher karena Sering Diceramahi Korban

Kasus pembunuhan hari-hari ini semakin sering kita temui. Dengan beragam motif. Bahkan tak peduli antara pelaku dan korban memiliki hubungan darah atau tidak.

Menilik dari penyebab pembunuhan, semestinya hal tersebut tak perlu terjadi jika mampu mengendalikan diri, mengatur emosi, saling menghormati.

Namun nasi telah menjadi bubur, bisa jadi emosi sesaat yang mendorong pelaku untuk tega membunuh korban, namun dalih atau alasan apapun membunuh tetaplah membunuh, dan hal tersebut tak bisa dibenarkan di negara hukum seperti Indonesia.

Jika benar terbukti pelaku memang sengaja melakukan pembunuhan, maka penyidik bakal menjeratnya dengan pasal 338 yakni pembunuhan dengan sengaja.

Bahkan tidak menutup kemungkinan yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang bakal menjeratnya, bahkan biasanya dalam dakwaan juga dikenakan pasal berlapis.

Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved