Bupati Bungo Mengaku Sedih dan Prihatin, Tiga Kades Diberhentikan Karena Tak Transparan

Bupati Bungo, Mashuri mengaku sedih atas ketidaktransparanan kepala desa (rio) di Bungo.

Bupati Bungo Mengaku Sedih dan Prihatin, Tiga Kades Diberhentikan Karena Tak Transparan
Tribunjambi/Mareza
Rapat koordinasi pendamping desa yang digelar di Ruang Pola, Kantor Bupati Bungo, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Bupati Bungo, Mashuri mengaku sedih atas ketidaktransparanan kepala desa (rio) di Bungo. Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi pendamping desa yang digelar di ruang pola Kantor Bupati Bungo, Kamis (4/4/2019).

"Sampai hari ini, sudah tiga kepala desa kita berhentikan. Dua lainnya mengundurkan diri. Sedih, prihatin, kita mendengarnya, karena desa merupakan hierarki pemerintahan kita yang paling bawah," ungkap Mashuri.

Menurutnya, di situlah seharusnya fungsi pendamping desa dalam mengawasi pemerintahan di desa.
Pendamping desa semestinya mengingatkan jika terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh kepala desa yang ada di Kabupaten Bungo.

"Kalau istilah orang dulu, kita melihat tanda-tanda zaman," ujar Mashuri.

Baca: Gara-gara Tak Sampaikan Laporan Pencairan, TPP untuk Ribuan Guru di Batanghari Tertahan

Baca: Pemkot Jambi Siapkan Rp 1 Miliar untuk Bonus Kafilah Kota Jambi, Segini Besarnya Bonus Juara 1

Baca: KKI WARSI Dorong Pemahaman Manfaat PHBM untuk Selamatkan Hutan dan Instrumen Pembangunan

Baca: Akui Miliki Bukti, Kapolres Sarolangun Minta Pelaku Pembakaran Camp PT Samhutani Serahkan Diri

Maksud Mashuri, terkadang sudah terlihat pelanggaran yang dilakukan oleh kepala desa tanpa sadar. Mulai dari sanalah seharusnya pendamping desa mengarahkan kepada yang seharusnya. Hal itu bertujuan agar permasalahan di lingkup desa tidak semakin besar.

"Kawan-kawan bisa memberikan saran, pendapat, agar datuk rio kembali pada apa yang seharusnya mereka lakukan," kata Mashuri.

Dia juga mengimbau agar pemerintah desa mengikuti RPJMD Desa dan aturan yang telah ditetapkan.
Menurut Mashuri, jumlah pendamping desa yang ada di Kabupaten Bungo belum mencukupi jumlah desa.

"Sekarang kan, pendamping desa baru 80 orang dari 141 desa yang ada di Kabupaten Bungo. Artinya, ada satu orang pendamping desa untuk tiga desa," ujarnya.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan mengusahakan penambahan jumlah pendamping desa melalui Dinas PMD.
Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas PMD Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat menyebutkan, jumlah pendamping desa tersebut memang belum maksimal.

"Seperti yang disampaikan Pak Bupati (Mashuri) tadi, satu orang itu bisa pegang tiga desa. Itu memang kinerjanya belum maksimal," katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan peran pendamping desa dalam menyukseskan pembangunan desa di Kabupaten Bungo.

Baca: Angka Kecelakaan di Tanjab Timur Meningkat, Banyak Remaja Meninggal di Dua Daerah Rawan Ini

Baca: Hore Rp 5 Miliar, TPP Guru dan Pegawai Dinas Pendidikan Batanghari Cair Minggu Depan

Baca: Kisah BJ Habibie Depresi Ditinggal Ainun, Sampai Disarankan Masuk RSJ

Baca: Bisa KPR di BPJS Ketenagakerjaan, Ini Syarat dan 2 Pilihan Kredit Rumah yang Disediakan

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved