OJK Resmikan Bank Wakaf Mikro Pertama di Jambi, Berharap Kemiskinan Berkurang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren As'ad Jambi.

OJK Resmikan Bank Wakaf Mikro Pertama di Jambi, Berharap Kemiskinan Berkurang
Tribunjambi/Fitri Amalia
Jasa Keuangan Astra Financial meresmikan Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren As'ad Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren As'ad Jambi. BWM ini diresmikan langsung oleh Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Gubernur Provinsi Jambi Fachrori Umar dan Direktur PT Astra International Tbk, Suparno Djasmin.

Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren As'ad Jambi merupakan komitmen OJK untuk terus memperluas penyediaan akses keuangan bagi para pelaku usaha mikro kecil yang belum terjangkau akses keuangan formal, melalui pembentukan Bank Wakaf Mikro atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah di berbagai daerah.

BWM ada untuk segmen ultra mikro yang tidak dapat memiliki akses ke sektor keuangan yang konvensional, dan OJK juga memfasilitasi sektor tersebut agar mereka mempunyai akses ke pembiayaan, sehingga terhindar dari jerat rentenir.

Sudah ada 43 BMW yang tersebar di berbagai daerah, satu di antaranya BWM Pondok Pesantren As'ad Jambi.

Baca: Dukung Program Peningkatan Inklusi Keuangan OJK, Astra Resmikan Bank Wakaf Mikro Ketiga di Jambi

Baca: Dituntut Kuasai IT dan Tak Korupsi, BKD Berikan Pelatihan CPNS Golongan III

Baca: Terkendala Listrik dan Jaringan Internet, 40 Sekolah di Muarojambi Tak Bisa Laksanakan UNBK

Baca: Berkas Narkotika Dinyatakan Lengkap, Sipir Lapas Klas II A Jambi Dijerat Pasal Pencucian Uang

Baca: Curi Mesin Tempel, Jamal Terancam Dua Tahun Penjara, Nasibnya Ditentukan Besok

Dikatakan Wimboh Santoso, program Bank Wakaf Mikro yang diluncurkan sejak Oktober 2017 ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat dalam penyediaan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal khususnya di lingkungan pondok pesantren yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 28 ribu pondok pesantren di berbagai penjuru Tanah Air.

"Potensi BWM sangat besar, yang ngantri banyak, sehingga prinsipnya jangan ditanya berapa targetnya, yang pastinya sebanyak-banyaknya, yang jelas kekuatan kita ini selalu kita curahkan untuk membangun Bank Wakaf Mikro di daerah daerah, potensinya besar sekali masyarakat jualan untuk anak sekolah, itu perlu sentuhan tambahan pembiayaan supaya bisa lebih besar lagi usahanya, dan jangan sampai para pengusaha mikro kecil ini terperangkap pembiayaan rentenir, jadi silakan sebanyak-banyaknya dimanfaatkan oleh masyarakat kehadiran BWM ini," tegasnya.

Skema pembiayaan melalui BWM yakni pembiayaan tanpa agunan dengan nilai minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil setara 3 persen. Selain itu, dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro juga disediakan pelatihan wirausaha dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng.

Gubernur Provinsi Jambi, Fachrori Umar dalam kata sambutannya menilai, dengan berdirinya BWM ditengah kegiatan pesantren memiliki arti dan makna yang sangat strategis dalam memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapat pelayanan jasa keuangan secara mudah dan berkualitas.

"Ini untuk menjawab keluhan masyarakat di pedesaan yang sulit mendapatkan akses layanan bank, terutama untuk pinjaman tanpa jaminan yang mudah diakses untuk menambah modal usahanya," ujarnya.

Peresmian Bank Wakaf Mikro di Jambi.
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Jambi. (Tribunjambi/Fitri)

Suparno Djasmin berharap, melalui program Bank Wakaf Mikro ini, kedepan dapat terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, mulai dari pengenalan terhadap lembaga Jasa Keuangan, karakteristik, manfaat biaya, serta resiko keuangan.

Kepala OJK Provinsi Jambi berharap dengan hadirnya BWM Pondok Pesantren As'ad Jambi dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Jambi.

"Kita harapkan Berdirinya BWM ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jambi dan tentunya mengurangi angka kemiskinan di Jambi," ucapnya.

Baca: 5 Parpol Tak Bisa Ikut Pemilu 2019 di Jambi, Gara-garanya Tak Laporkan Dana Awal Kampanye

Baca: Hampir Setengah Juta Surat Suara di Jambi Rusak, Bawaslu Jambi Sebut Paling Banyak di Kota Jambi

Baca: Firasat Aneh Sebelum Imam Masjid di Jambi ini Dibunuh, Beli Selang Air dan Minta Keluarganya Kumpul

Baca: Gara-gara Beli Motor Curian, NI Harus Setahun Hidup di Penjara Bungo

Baca: VIDEO: Pohon Tinggi di Kota Jambi Rawan Tumbang, Warga Diminta Waspada

Wimboh Santoso sendiri memperkirakan BWM Pondok Pesantren As'ad Jambi dapat menampung 3 ribu nasabah. Perkembangan tiap BWM di setiap daerah selalu dipantaunya sehingga pihaknya tahu persis perkembangan setiap BWM yang ada di Indonesia.

"Kalau sudah ada 3 ribu nasabah, kita dirikan satu lagi di pesantren lain atau di tempat lain," pungkasnya.

Pada kesempatan ini OJK juga memberikan bantuan dana operasional untuk Pondok Pesantren As'ad Jambi yang langsung diserahkan kepada Pimpinan Pondok Pesantren As'ad, Tuan Guru Muhammad Nadjmi Qodir Ibrahim.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved