Berita Tanjung Jabung Timur

Festival Kampung Laut 2019 Ditunda, Ini Penyebabnya

Festival Kampung Laut 2019 Ditunda, Penyebabnya diantaranya adalah mendekati Pemilu, dan juga bulan Ramadhan

Festival Kampung Laut 2019 Ditunda, Ini Penyebabnya
Tribunjambi/Abdulah Usman
Festival Kampung Laut atau Menyubun tahun 2019 ini ditunda 

Festival Kampung Laut 2019 Ditunda, Ini Penyebabnya

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Festival Kampung Laut Nyubun (Menyubun) yang dijadwalkan Disporapar Tanjung Jabung Timur, pada April ini, harus diundur atau ditunda hingga tiga bulan ke depan.

Menyubun adalah menangkap binatang jenis kerang laut yang bersembunyi di balik pasir lautan yang mengering. Dimana kegiatan tersebut merupakan ajang kegiatan budaya tahunan yang hanya dapat terjadi setahun sekali di bulan tertentu (musim air surut laut) antara Maret hingga Juni.

Baca: Imam Masjid di Kasang Kumpeh Jambi Ditusuk Lehernya hingga Tewas, Diduga Ini Penyebabnya

Baca: BREAKING NEWS, Imam Masjid di Kasang Kumpeh Jambi, Ditusuk Lehernya Hingga Tewas Oleh Tetangganya

Baca: Kekurangan Guru, Pemkab Tanjabtim Berdayakan Tenaga Honorer, Ada Guru SMA Ajukan Pindah ke SMP

Namun rencana menyubun yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada April tersebut, terpaksa harus diundur hingga Juni mendatang. Hal tersebut dikarenakan beberapa sebab dan alasan.

“Ia, untuk festival budaya menyubun yang kita jadwalkan pada bulan April kita tunda dulu. Karena bertepatan dengan masa pemilu dan bulan Ramadhan,” kata Ulvi Rahmat, Kabid Pariwisata, Disporapar Tanjung Jabung Timur.

Sebelumnya diberitakan, dikatakan Kasi Pengembangan Destinasi Wisata Disparbud Pora Tanjung Jabung Timur, Mahasin kepada tribunjambi.com Senin (18/2) mengatakan, Kegiatan festival menyumbun tersebut sejatinya merupakan kegiatan tahunan.

Yang dijadwalkan antaran April hingga Juni, melihat kondisi pasang surut air karena kegiatan tersebut baru bisa dilaksanakan saat air surut saja. Kemungkinan besar akan dilakukan Bulan April mendatang.

Baca: JADWAL Lengkap BOLA HARI INI - Link Live Streaming Persebaya vs Madura United, Ruben Sanadi Cedera

Baca: Data Pemilih KPU Sangat Mudah Dibobol, Sebelumnya Bocah Ini Hanya 3 Menit Bobol Sistem Keamanan Nasa

Baca: VIRAL - Ibu Tidur di Makam Anak yang Meninggal Karena Jadi Korban Tabrak Lari

"Jika air surut dan beting (pasir tengah laut) sudah terlihat, baru kegiatan nyumbun tadi bisa dilakukan," jelasnya kepada Tribunjambi.com

Lanjutnya, kegiatan ini sudah kali ketiga dilakukan termasuk tahun ini, dimulai pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Namun pada tahun 2017-3018 sempat tidak diadakan karena keterbatasan anggaran.

"Tahun ini kembali diwacanakan untuk diselenggarakan lagi dan sudah dianggarkan, tidak disebutkan berapa yang jelas saat ini pihak pemda tengah mempersiapkan ajang tahunan ini bisa lebih meriah dan menarik masyarakat dengan harapan nanti dapat diselenggarakan sendiri oleh masyarakat sekitar," jelasnya.

Baca: Dibanding Tentara AS, Perancis & Jepang, TNI Lebih Hebat di AASAM 2019, Juara 12 Kali Berturut-turut

Baca: 7 Artis Pendatang Baru Ini Ternyata sudah Meninggal, karena Obat Pelangsing dan Pembunuhan

Selain Nyumbun, terdapat beberapa festival budaya yang berada di Tanjab Timur diantaranya, Ratib Saman di Kecamatan Nipah panjang pada bulan Maret, Sabak Karnaval bulan 10 merupakan ulang tahun kabupaten, dan terakhir dan juga merupakan even terbesar Mandi Safar yang diselenggarakan sekitaran Oktober.

Festival Kampung Laut 2019 Ditunda, Ini Penyebabnya (Abdullah Usman/Tribun Jambi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved