Bukan Hanya Pejabat di Rektorat UIN Jambi, Oknum Dosen Juga Diduga Pernah Lakukan Pelecehan Seksual

Bukan Hanya Kabiro Keuangan UIN STS Jambi, Oknum Dosen Juga Diduga Pernah Lakukan Pelecehan Seksual

Bukan Hanya Pejabat di Rektorat UIN Jambi, Oknum Dosen Juga Diduga Pernah Lakukan Pelecehan Seksual
tribunjambi/syamsul bahri
Aksi unjuk rasa mahasiswa UIN STS Jambi, terkait dugaan pelecehan sekesual yang dilakukan oknum Kabiro di Rektorat terhadap pegawai honorer 

Bukan Hanya Kabiro Keuangan UIN STS Jambi, Oknum Dosen Juga Diduga Pernah Lakukan Pelecehan Seksual

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kejadian pelecehan seksual dengan terduga yang melakukan pelecehan seksual tersebut oknum pegawai di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifudin Jambi, ternyata bukan pertama kalinya.

Sebelumnya beredar Informasi bahwa, oknum dosen di Fakultas Dakwah, UIN STS Jambi juga pernah kepergok di hotel bersama dengan mahasiswinya di sebuah hotel di Kota Jambi.

Hal ini juga menjadi pembahasan yang disampaikan oleh mahasiswa yang berunjuk rasa.

Baca: Pendongeng Asal Kampung Dongeng Seloko yang Selalu Bersama Boneka Bernama Keka

Baca: Aksi Paspampres Ini yang Jarang Diketahui, Mulai Beli Nasi Goreng Hingga Pesan Tiket Pesawat

Baca: Dugaan Pelecehan Seksual di UIN STS Jambi, Mahasiswi dan Honorer Jadi Korban, Begini Tindakan Rektor

Saat di konfirmasi hal tersebut, Rektor UIN STS Jambi, Hadri Hasan melalui Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Hidayat mengatakan bahwa terhadap permasalahan tersebut pihaknya sudah memangil oknum dosen tersebut yang di ketahui berinisial AS.

Dikatakan olehnya bahwa permasalahan oknum dosen tersebut dipegang olehnya untuk diselesaikan.

Ia mengaku telah memangil Dekan Fakultas Dakwah, Samsu terkait hal tersebut.

Unjuk rasa mahasiswa STS Jambi, terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum
Unjuk rasa mahasiswa STS Jambi, terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum (tribunjambi/syamsul bahri)

"Kemudian pak Samsu mewawancarai pak AS, menyampaikan kepada saya, tapi dalam penyampaian Pak Samsu, tidak terlibat pak AS,"ujarnya

Lebih lanjut disampaikannya bahwa berdasarkan keterangan tersebut, akhirnya Hidayat meminta kepada Samsu untuk menyuruh AS menemui dirinya. Namun, sampai dengan saat ini, dikatakan Hidayat bahwa AS tidak menemuinya.

"Tapi sampai dengan saat ini belum menemui saya," ucapnya.

Baca: Duka PM Selandia Baru, Beri Pernyataan dengan Assalamualaikum, Tak Mau Sebut Nama Terorisnya

Baca: Singgung Tol Langit Maruf Amin, Rocky Gerung: Singkatannya Itu Tololnya Selangit!

Sementara itu, terkait dengan tidak diizinkannya Media meliput penyegelan tersebut yang terkesan di tutupi, Hidayat mengatakan bahwa hal tersebut sesuai dengan hasil mediasi antara pihak kampus dengan perwakilan mahasiswa.

"Tadi begini, tujuan kami kalo penyegelan itu menyalahi aturan hukum nanti anak-anak kami kan bersangkutan dengan hukum. Makanya kita negosiasi bagus-bagus tadi, kalo nempelkan itu tidak ada masalah ya silahkan saja, kami takut kalo di tempel sore nanti ada yang tertangkap kan anak-anak kami juga yang kena," Hidayat menerangkan.

Baca: Penceplok Telor ke Kepala Senator Pembenci Muslim, Donasikan Uangnya, Jumlahnya Fantastis

Baca: Breaking News,Mahasiswa Demo, Oknum Pegawai Rektorat UIN STS Jambi, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Baca: Dibocorkan Mahfud MD, Andi Faisal Bakti Diminta Rp 5 Untuk Jadi Rektor UIN, Begini Intervensi Menag

Terhadap kejadian ini, Hidayat mengatakan hal tersebut menjadi pelajaran bersama. Jangan sampai kejadian mengenai pelecehan seksual, apalagi di lingkup civitas akademi terjadi lagi.

"Mungkin itu pelajaran kita semua, semoga tidak terulang lagi kejadian ini. Memang di kampus perguruan tinggi ini mulai dari dosen, pejabat, sampai mahasiswa, karyawan, kalo ada yang asusila tidak ampun memang wajib di berhentikan, kalo mahasiswa kita keluarkan," pungkasnya.(Samsul Bahri/Tribun Jambi)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved