Saham DLTA Pemprov DKI Dikabarkan akan Dibeli San Miguel, Analis Memberikan Rekomendasi Ini

San Miguel Malaysia Private Limited dikabarkan berpeluang besar membeli sekitar 27% saham DLTA milik Pemprov DKI.

Saham DLTA Pemprov DKI Dikabarkan akan Dibeli San Miguel, Analis Memberikan Rekomendasi Ini
Kontan.co.id
Ilustrasi saham bir PT Delta Djakarta Tbk 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - San Miguel Malaysia Private Limited dikabarkan berpeluang besar membeli sekitar 27% saham DLTA milik Pemprov DKI.  Sementara polemik soal penjualan saham PT Delta Jakarta Tbk (DLTA) oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini terus bergulir.

Info yang diperoleh Kontan.co.id, San Miguel ditunjuk sebagai pembeli utama DLTA. Kabarnya, Pemprov DKI Jakarta meminta harga DLTA dengan Price to Book Value (PBV) Sebesar 5 kali, dari saat ini yang sebesar 4,5 kali. 

Jika terlaksana, San Miguel akan memiliki 85% saham DLTA. Berdasarkan data RTI, saat ini kepemilikan saham San Miguel di DLTA sebesar 467,06 juta saham atau setara 58,33% atas modal yang ditempatkan dan disetor.

Ronny Titiheruw Direktur Pemasaran DLTA ketika dihubungi kontan.co.id hari ini menolak untuk memberikan komentar. Begitupun dengan Sekretaris Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Riyadi juga menolak untuk berkomentar banyak. "Maaf, saya tidak punya informasi terkait masalah ini," Riyadi pada hari ini (18/3).

Terlepas dari itu, analis BCA Sekuritas mengungkapkan bahwa jika terbukti San Miguel yang memegang 85% kepemilikan DLTA, maka ada potensi untuk melakukan tender offer (TO) karena kepemilikannya sebesar 85% dan memiliki kemampuan untuk menentukan jalnnya bisnis DLTA, sesuia POJK 9/2018.

Selanjutnya Yaki mengungkapkan bahwa merujuk pada data Bloomberg, harga saham DLTA saat ini sebesar Rp 6.750 per saham yang mencerminkan PBV 4,61 kali. Maka, jika target PBV nya sebesar 5 kali maka harga sahamnya sekitar Rp7.300 hingga Rp 7.325 per saham. 

"Cukup menarik bagi investor karena masih ada potensial upside sekitar 8% hingga 8,5% sehingga bisa untuk ditungu aksi korporasi ini untuk trading," ujarnya hari ini.

Selanjutnya jika untuk investasi, Yaki bilang, sebenarnya saham emiten ini menarik karena marginnya cukup tebal dengan gross margin di atas 65% dan net margin masih di atas 30%. "Namun, untuk trading saham ini kurang likuid sehingga susah untuk daily trade," tambah dia.

Ia pun merekomendasikan beli saham DLTA dengan target harga di jangka pendek atau buy on wekaness di range Rp 6.400 hingga Rp 6.500 per saham. Sementara untuk target harga saham DLTA di jangka menengah berada pada level Rp 6.900 hingga Rp 7.200 per saham. 

"Harga tersebut masih realistis jika Pemprov DKI jadi lepas dengan target PBV 5 kali. Sedangkan kalau mau trading, sebaiknya tunggu kejelasan divestasi saham DLTA dari Pemda saja," kata dia.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga berpendapat bahwa jika nanti sebagian besar saham DLTA jadi diakuisisi oleh San Miguel, maka transaksinya bisa dengan skema tender offer dan bisa juga langsung di pasar melalui pasar nego.

Sementara soal dampak akuisisi ini ke depan bagi investor, William bilang akan membuat saham DLTA makin tak likuid. "Saya lihat akan buat saham ini semakin tak likuid saja karena semakin sedikit jatah publik," papar dia.

Meskipun demikian, ia tetap merekomendasikan untuk koleksi saham DLTA. "Terlepas dari adanya rencana Pemda DKI menjual saham DLTA, tapi saham ini tetap menarik karena kenaikan yang stabil dan yield dari dividen yang besar," lanjutnya.

Maka ia tetap merekomendasikan beli saham DLTA dengan target harga di jangka panjang. "Masih layak dikoleksi dengan target harga di level Rp 7.000-Rp 8.000 untuk jangka panjang, dan pertimbangannya karena likuiditas saham ini kecil," tutup dia.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: San Miguel dikabarkan bakal beli saham DLTA dari Pemprov DKI, ini rekomendasi analis

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved