Kisah Masjid Tua 100 Tahun di Kampung Lamo, Rantau Rasau, Jambi Dibangun Pangeran Wiro Kusumo

Bangunan tersebut merupakan Masjid kuno peninggalan Pangeran Wiro Kusumo pada masa kerajaan Melayu Jambi lampau

Kisah Masjid Tua 100 Tahun di Kampung Lamo, Rantau Rasau, Jambi Dibangun Pangeran Wiro Kusumo
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Kisah Masjid Tua 100 Tahun di Kampung Lamo, Rantau Rasau, Jambi Dibangun Pangeran Wiro Kusumo 

Kisah Masjid Tua 100 Tahun di Kampung Lamo, Rantau Rasau, Jambi Dibangun Pangeran Wiro Kusumo

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kampung Lamo yang berada di Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur, atau kini yang dikenal dengan Desa Rantau Rasau memiliki peninggalan dan sejarah kisah peradaban Kerajaan Melayu Jambi yang terancam hilang.

Seperti desa peninggalan sejarah pada umumnya, selain meninggalkan benda kuno, cerita, juga buku sejarah yang menjadi pedoman anak cucu hingga bergantinya zaman.

Kampung Lamo yang saat ini lebih dikenal dengan nama Desa Rantau Rasau di Kecamatan Berbak tersebut, secara geografis berada persis di pinggiran DAS yang merupakan wilayah potensial bagi kerajaan zaman dahulu untuk membangun pemukiman dan kerajaan.

Dengan lokasi yang dipisah oleh sungai Batanghari, sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

Sedikitnya membutuhkan waktu 2-3 jam dari Kota Muara Sabak hingga ke lokasi.

Untuk sampai ke lokasi sendiri harus menyeberangi sungai menggunakan perahu ketek dengan upah Rp 10-15 ribu per orang.

Setibanya di pelabuhan penyeberangan yang berada di hujung SK 25 Kecamatan Rantau Rasau.

Dari pinggiran sungai terlihat samar pemukiman yang masih tradisional yang berada di pinggiran sungai.

Halaman
123
Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved