Kerugian Negara Rp 1 Miliar, Dugaan Korupsi Irigasi Kayu Aro Kerinci Dengan Terdakwa Ibnu Ziady

Dugaan korupsi irigasi Kayu aro diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,04 miliar.

Kerugian Negara Rp 1 Miliar, Dugaan Korupsi Irigasi Kayu Aro Kerinci Dengan Terdakwa Ibnu Ziady
(Dok. HaloMoney.co.id)
Ilustrasi uang 

Kerugian Negara Rp 1 Miliar, Dugaan Korupsi Irigasi Kayu Aro Kerinci Dengan Terdakwa Ibnu Ziady

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dugaan korupsi irigasi Kayu aro diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,04 miliar.

"Disimpulkan bahwa, dalam Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Sei Tanduk Kabupaten Kerinci pada Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jambi Tahun Anggaran 2016, telah terjadi penyimpangan yang mengakibatkan kerugian Negara / Daerah sejumlah Rp. 1.040.825.423,48," ungkap Agung selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kerinci, pada Rabu (13/3) di Pengadilan Negeri Jambi.

Agung menyebutkan dalam dakwaannya Ibnu Zaidy yang merangkap melaksanakan tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), baik bertindak secara sendiri sendiri maupun bersama - sama dengan Ito Mukhtar selaku Direktur PT. Anugrah Bintang Kerinci (penuntutan terpisah) pada Maret hingga Desember 2016.

Berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara yang dibuat oleh BPKP Perwakilan Propinsi Jambi Nomor : SR-233/PW05/5/2018 tanggal 26 September 2018,  timbul kerugian.

Ibnu Ziady juga menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi tahun 2016 yang terdandung perkara dugaan korupsi terhadap proyek peningkatan irigasi di Sungai Tanduk, Kayu Aro. Pekeriaan ini dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi. 

Perbuatan Ibnu Ziady dan Ito Mukhtar kemudian dijerat pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) Undang - undang No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang - undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke  1 KUHPidana  Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Subsider, Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1,) (2) dan ayat (3) Undang - undang No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang - undang No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana  Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana," kata Agung.

Dalam sidang perdananya yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Edy Pramono, mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh Agung selaku JPU Kejari Kerinci. (Tribunjambi.com/Jaka HB)

Baca: 8 Tim Ini Dipastikan Bakal Melaju ke Perempat Final Piala Presiden 2019, Bhayangkara FC Tuan Rumah

Baca: Harus Lalui Minggu Neraka, Kamu Mesti Tahu Arti Warna dan Posisi Baret TNI, Miring Kanan Siap Tempur

Baca: Kisah Kopassus Pernah Terlibat Konflik dengan Tentara Israel & Hizbullah, Semua Ciut ke Baret Merah

Baca: Sidang Sengketa Pemilu di Sarolangun Jambi Masih Berlanjut Senin, Ini Agendanya

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved