Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen, 2 dari 23 Kota di Sumatera Alami Inflasi, Sisanya Deflasi

Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen, 2 dari 23 Kota di Sumatera Alami Inflasi, Sisanya Deflasi

Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen, 2 dari 23 Kota di Sumatera Alami Inflasi, Sisanya Deflasi
tribunjambi/fitri
BPS Provinsi Jambi, meyampaikan keterangan terkait impor selama 2018. Maret 2019, Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen. Dari data BPS, 2 dari 23 Kota di Sumatera Alami Inflasi, Sisanya Deflasi 

Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen, 2 dari 23 Kota di Sumatera Alami Inflasi, Sisanya Deflasi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dari 23 kota di Sumatera, hanya dua kota yang mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 0,26 persen, diikuti Tanjung Pinang sebesar 0,04 persen. Sementara itu, sisanya sebanyak 21 kota mengalami deflasi.

Berdasarkan data yang Tribunjambi.com peroleh dari BPS Kabupaten Bungo, deflasi tertinggi dialami Tanjung Pandan sebesar 0,82 persen, diikuti Meulaboh sebesar 0,71 persen.

Baca: Pengangguran di Kota Muara Bungo Lebih Tinggi Dibandingkan di Desanya, Ini Penjelasan BPS Bungo

Baca: Pembukaan Toko TPID, Upaya Terpadu Kendalikan Inflasi Pangan

Baca: Gaji Terbaru PNS Sesuai PP 15/2019, Ada yang Naik Rp80 Ribu - Rp280 Ribuan, Semua Dirapel April 2019

Sementara itu, dari 82 kota di Indonesia, hanya 13 kota yang mengalami inflasi. Sisanya sebanyak 69 kota mengalami deflasi.

Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Bungo, Soni Ahmad Wirawan menyampaikan, Kota Muara Bungo mengalami deflasi sebesar 0,20 persen. Ada pun Kota Jambi, mengalami deflasi sebesar 0,29 persen.

Soni menyebutkan, deflasi di Kota Muara Bungo terjadi pada empat kelompok pengeluaran barang dan jasa akibat adanya penurunan IHK.

"Kelompok pengeluaran itu, ada kelompok bahan makanan sebesar 0,91 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,04 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen," jelasnya, saat dijumpai di Kantor BPS Kabupaten Bungo, Jumat (15/3/2019).

Disampaikannya, komoditi yang paling banyak menyumbang deflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,1288 persen, bawang merah sebesar 0,0403 persen, cabai merah sebesar 0,0381 persen, dan nila sebesar 0,0346 persen.

Baca: Empat Sektor Pembangunan Meningkat Sepanjang 2018 di Bumi Serentak Bak Regam

Baca: Wawako Maulana Jadi Narsum di UIN, Motivasi Mahasiswa Jadi Generasi Milenial Pemimpin Bangsa

Ada pun kelompok yang menyumbang inflasi, lanjut Soni, ada transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen; makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,07 persen dan kesehatan sebesar 0,02 persen.

Soni memperkirakan, penyebab terjadinya deflasi ini karena fenomena perubahan indeks harga konsumen. Diperkirakannya, hal itu juga disebabkan oleh fenomena keberadaan komoditi di pasaran.

Baca: Tribun Jambi Ulang Tahun ke 9, Dodi Sarjana: Sinergi Total di Era Digital

Baca: Ucapan HUT TRIBUN JAMBI Ke-9 dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi

Baca: Pohon Raksasa Berusia Ratusan Tahun Ini, Jadi Spot Foto hingga Prewedding di Candi Koto Mahligai

Meski begitu, Soni menjelaskan, keadaan deflasi tersebut masih normal dan terkendali.

"Dengan kondisi deflasi 0,20 persen, ini masih normal dan terkendali," tutupnya.

Bungo Alami Deflasi 0,20 Persen, 2 dari 23 Kota di Sumatera Alami Inflasi, Sisanya Deflasi (Mahreza/Tribun Jambi)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved